Bandung – JBNEWS. OPAK (Orientasi Pengenalan Akademik) yang telah berlangsung dikalangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, hal yang menarik dari Profesor Asep Saepul Muhtadi selaku Guru Besar, dia memaparkan ada 3 kiat untuk menempuh sukses bagi mahasiswa, yaitu : tekuni bidang dalam Jurusan yang anda ambil, akrabi teknologi, dan kuasai bahasa asing, dikuatkan olehProf. Drs. Onong Uchjana Effendy, selaku pakar komunikasi mengatakan jika mahasiswa ingin sukses akrabi komputer dan kuasai bahasa asing terutama bahasa Inggris
Home » Archives for 2013
Prof. Asep Shaeful Muhtadi: 3 Cara Meraih Sukses
Bandung-JBNEWS.
Profesor Asep Saepul Muhtadi selaku Guru Besar Universtas Islam Negeri
Sunan Gunung Djati mengemukakan 3 cara menempuh sukses untuk mahasiswa
baru dalam rangka Orientasi Pengenalan Akademik (OPAK). Yang pertama
tekuni bidang yang akan di ambil, kedua akrabi teknologi, dan yang
ketiga kuasai bahasa asing. - See more at:
http://mohammadarifin058.blogspot.com/2013/05/prof-asep-saepul-muhtadi-3-cara.html#sthash.RWIAgmNa.dpuf
Bandung-JBNEWS.
Profesor Asep Saepul Muhtadi selaku Guru Besar Universtas Islam Negeri
Sunan Gunung Djati mengemukakan 3 cara menempuh sukses untuk mahasiswa
baru dalam rangka Orientasi Pengenalan Akademik (OPAK). Yang pertama
tekuni bidang yang akan di ambil, kedua akrabi teknologi, dan yang
ketiga kuasai bahasa asing. - See more at:
http://mohammadarifin058.blogspot.com/2013/05/prof-asep-saepul-muhtadi-3-cara.html#sthash.Ni6gyBlO.dpuf
Bandung-JBNEWS.
Profesor Asep Saepul Muhtadi selaku Guru Besar Universtas Islam Negeri
Sunan Gunung Djati mengemukakan 3 cara menempuh sukses untuk mahasiswa
baru dalam rangka Orientasi Pengenalan Akademik (OPAK). Yang pertama
tekuni bidang yang akan di ambil, kedua akrabi teknologi, dan yang
ketiga kuasai bahasa asing. - See more at:
http://mohammadarifin058.blogspot.com/2013/05/prof-asep-saepul-muhtadi-3-cara.html#sthash.Ni6gyBlO.dpuf
Bandung-JBNEWS.
Profesor Asep Saepul Muhtadi selaku Guru Besar Universtas Islam Negeri
Sunan Gunung Djati mengemukakan 3 cara menempuh sukses untuk mahasiswa
baru dalam rangka Orientasi Pengenalan Akademik (OPAK). Yang pertama
tekuni bidang yang akan di ambil, kedua akrabi teknologi, dan yang
ketiga kuasai bahasa asing. - See more at:
http://mohammadarifin058.blogspot.com/2013/05/prof-asep-saepul-muhtadi-3-cara.html#sthash.Ni6gyBlO.dpuf
Bandung-JBNEWS.
Profesor Asep Saepul Muhtadi selaku Guru Besar Universtas Islam Negeri
Sunan Gunung Djati mengemukakan 3 cara menempuh sukses untuk mahasiswa
baru dalam rangka Orientasi Pengenalan Akademik (OPAK). Yang pertama
tekuni bidang yang akan di ambil, kedua akrabi teknologi, dan yang
ketiga kuasai bahasa asing. - See more at:
http://mohammadarifin058.blogspot.com/2013/05/prof-asep-saepul-muhtadi-3-cara.html#sthash.Ni6gyBlO.dpuf
Tujuh Pedoman Dalam Jurnalistik Baru .
Untuk mendalami Jurnalistik baru, seorang jurnalis harus menguasai tujuh pedoman jurnalistik baru.
Pertama, tidak memiliki masalah dengan hal yang berkaitan dalam jurnalistik, selalu siap dan tidak menyalahi terhadap hal yang berlawanan dalam pemublikasian.
Kedua, Memiliki kualitas tinggi terhadap jurnalis, tidak hanya minat tapi harus serius dalam mengikuti bidang jurnalis ini..
Ketiga, bisa dilakukan oleh siapa saja yang bisa menulis berita dan tidak membuat-buat terhadap berita tersebut (fakta)..
Keempat, Dalam Jurnalistik baru ini. menciptakan jurnalis yang berkompeten dan mempunyai kualitas yang baik dan kreatif..
Kelima,jika kamu benar-benar ingin menjadi jurnalis. Buatlah blog,terus isi dengan baik dan bila blog kamu menunjukkan kemajuan terus lanjutkan..
Keenam, berinteraksi dengan dunia maya sebagai proses pembiasaan melalui komentar.
Terakhir, jangan berhenti membaca sebab itu adalah mata dunia terutama dalam menulis
Semoga bermanfaat!
Pertama, tidak memiliki masalah dengan hal yang berkaitan dalam jurnalistik, selalu siap dan tidak menyalahi terhadap hal yang berlawanan dalam pemublikasian.
Kedua, Memiliki kualitas tinggi terhadap jurnalis, tidak hanya minat tapi harus serius dalam mengikuti bidang jurnalis ini..
Ketiga, bisa dilakukan oleh siapa saja yang bisa menulis berita dan tidak membuat-buat terhadap berita tersebut (fakta)..
Keempat, Dalam Jurnalistik baru ini. menciptakan jurnalis yang berkompeten dan mempunyai kualitas yang baik dan kreatif..
Kelima,jika kamu benar-benar ingin menjadi jurnalis. Buatlah blog,terus isi dengan baik dan bila blog kamu menunjukkan kemajuan terus lanjutkan..
Keenam, berinteraksi dengan dunia maya sebagai proses pembiasaan melalui komentar.
Terakhir, jangan berhenti membaca sebab itu adalah mata dunia terutama dalam menulis
Semoga bermanfaat!
Teras Berita dan Isi
Dalam Teras Berita jangan Mendahulukan waktu atau tempat. Awali dengan Who + What.
Sedangkan dalam isi, berita harus terdiri dari kalimat-kalimat pendek.Dan untuk lebih memverifikasi berita, lakukanlah membaca, tuliskan, ulas, editing, dan publish.
Lead bisa disebut teras berita. Fungsinya sebagai ruang khusus sebelum memasuki ruang utama (inti). Di dalam lead sering unsur-unsur (5W+1H) sudah tercakup. Namun, sering juga tidak lengkap. Yang penting, sebuah lead harus sanggup memancing audience untuk mau dan tertarik mengikuti berita selanjutnya sampai selesai.
sembilan teras berita,
pertama, teras ringkasan. Teras ringkasan adalah teras yang mengambil intisari, atau ringkasan, sebuah tulisan.
Kedua, teras paparan. Teras paparan adalah teras yang ditulis dengan gaya bercerita. Namun, bercerita atas dasar fakta dan kebenaran.
Ketiga, teras deksripsi. Teras deskripsi adalah teras yang mendeskripsikan suatu peristiwa. Melukiskan suatu peristiwa, sedemikian rupa, sehingga pembaca dituntun seolah-olah melihat dan mengalami peristiwa itu secara langsung.
Keempat, teras tanya. Teras tanya adalah teras yang dimulai dengan pertanyaan atau dialog langsung dengan pembaca.
Kelima, teras kutipan langsung. Teras ini adalah teras yang mengutip kata-kata narasumber.
Keenam, teras berkomunikasi langsung.Teras ini adalah penulis berkomunikasi langsung dengan pembaca.
Ketujuh, teras bersifat teka-teki. Teras ini adalah teras dimana penuh dengan teka-teki. Pembaca belum menemukan pokok persoalan membaca kalimat pertama.Sesudah beberapa kalimat, baru menjadi jelas.
Kedelapan, teras imajinatif. Teras ini adalah teras yang menggambarkan (image), suatu kejadian secara dramatis.Dapat satu kata, dapat pula dirangkaikan dengan beberapa kata.
Sedangkan dalam isi, berita harus terdiri dari kalimat-kalimat pendek.Dan untuk lebih memverifikasi berita, lakukanlah membaca, tuliskan, ulas, editing, dan publish.
Lead bisa disebut teras berita. Fungsinya sebagai ruang khusus sebelum memasuki ruang utama (inti). Di dalam lead sering unsur-unsur (5W+1H) sudah tercakup. Namun, sering juga tidak lengkap. Yang penting, sebuah lead harus sanggup memancing audience untuk mau dan tertarik mengikuti berita selanjutnya sampai selesai.
sembilan teras berita,
pertama, teras ringkasan. Teras ringkasan adalah teras yang mengambil intisari, atau ringkasan, sebuah tulisan.
Kedua, teras paparan. Teras paparan adalah teras yang ditulis dengan gaya bercerita. Namun, bercerita atas dasar fakta dan kebenaran.
Ketiga, teras deksripsi. Teras deskripsi adalah teras yang mendeskripsikan suatu peristiwa. Melukiskan suatu peristiwa, sedemikian rupa, sehingga pembaca dituntun seolah-olah melihat dan mengalami peristiwa itu secara langsung.
Keempat, teras tanya. Teras tanya adalah teras yang dimulai dengan pertanyaan atau dialog langsung dengan pembaca.
Kelima, teras kutipan langsung. Teras ini adalah teras yang mengutip kata-kata narasumber.
Keenam, teras berkomunikasi langsung.Teras ini adalah penulis berkomunikasi langsung dengan pembaca.
Ketujuh, teras bersifat teka-teki. Teras ini adalah teras dimana penuh dengan teka-teki. Pembaca belum menemukan pokok persoalan membaca kalimat pertama.Sesudah beberapa kalimat, baru menjadi jelas.
Kedelapan, teras imajinatif. Teras ini adalah teras yang menggambarkan (image), suatu kejadian secara dramatis.Dapat satu kata, dapat pula dirangkaikan dengan beberapa kata.
Lima Dasar Menulis Berita
Pertama, Berita adalah laporan peristiwa. Jangan sisipkan opini maupun penilaian didalamnya.
Kedua, harus memiliki unsur 5W+1H didalam berita. Unsur tersebut; What(apa yang terjadi?), Who (Siapa yang terlibat?),Where (Dimana terjadinya?),When (Kapan hal itu terjadi),Why (Mengapa hal itu terjadi?) dan How (Bagaimana kejadiannya?)(Romli,2010:104).Selain itu,ada dua unsur tambahan lainnya, So What+Next.
Ketiga, Gunakan pola baku penyusunan berita. Gunakan piramida terbalik. Piramida terbalik, berarti pesan berita disusun secara deduktif. Kesimpulan dinyatakan terlebih dahulu pada paragraf pertama, baru kemudian disusul dengan penjelasan dan uraian yang lebih rinci pada paragraf-paragraf berikutnya.
Keempat, Lakukan secara berstruktur.(Head-Lead-Body).
Head (Judul Berita), intisari berita. Dibuat dalam satu atau dua kalimat pendek, tapi cukup memberitahukan persoalan pokok peristiwa yang diberitakan.
Lead (Teras Berita), Lead merupakan sari dari berita itu. Selaku sari dari berita, lead merupakan laporan singkat yang bersifat klimaks dari peristiwa yang dilaporkan.
Body (Tubuh atau Kelengkapan Berita), pada bagian ini kita jumpai semua keterangan secara rinci dan dapat melengkapi serta memperjelas fakta atau data yang disuguhkan dalam lead tadi.
Terakhir, Jenis berita yang digunakan. (Even News atau Opinion News).
Even News adalah berita yang berasal dari sebuah kejadian atau peristiwa.
Opinion News adalah berita yang berasal dari pernyataan seseorang (tokoh masyarakat, selebritis, politikus, dan lain-lain) atau lembaga.
Semoga Bermanfaat!
Kedua, harus memiliki unsur 5W+1H didalam berita. Unsur tersebut; What(apa yang terjadi?), Who (Siapa yang terlibat?),Where (Dimana terjadinya?),When (Kapan hal itu terjadi),Why (Mengapa hal itu terjadi?) dan How (Bagaimana kejadiannya?)(Romli,2010:104).Selain itu,ada dua unsur tambahan lainnya, So What+Next.
Ketiga, Gunakan pola baku penyusunan berita. Gunakan piramida terbalik. Piramida terbalik, berarti pesan berita disusun secara deduktif. Kesimpulan dinyatakan terlebih dahulu pada paragraf pertama, baru kemudian disusul dengan penjelasan dan uraian yang lebih rinci pada paragraf-paragraf berikutnya.
Keempat, Lakukan secara berstruktur.(Head-Lead-Body).
Head (Judul Berita), intisari berita. Dibuat dalam satu atau dua kalimat pendek, tapi cukup memberitahukan persoalan pokok peristiwa yang diberitakan.
Lead (Teras Berita), Lead merupakan sari dari berita itu. Selaku sari dari berita, lead merupakan laporan singkat yang bersifat klimaks dari peristiwa yang dilaporkan.
Body (Tubuh atau Kelengkapan Berita), pada bagian ini kita jumpai semua keterangan secara rinci dan dapat melengkapi serta memperjelas fakta atau data yang disuguhkan dalam lead tadi.
Terakhir, Jenis berita yang digunakan. (Even News atau Opinion News).
Even News adalah berita yang berasal dari sebuah kejadian atau peristiwa.
Opinion News adalah berita yang berasal dari pernyataan seseorang (tokoh masyarakat, selebritis, politikus, dan lain-lain) atau lembaga.
Semoga Bermanfaat!
Cara Menulis Judul Berita Yang Baik.
Pertama, Gunakan Subjek dan Predikat. Contoh: Persib Menang atau SBY Galau.
Kedua, Ringkas. Biasakan Judul itu menggunakan kalimat yang ringkas.Karena bagaimanapun Judul berita, harus mencerminkan isi dari berita. contoh judul yang salah (Terduga Terorisme Meninggal Dunia Dengan Luka Tembak di Dada di Bandung). Cukup judul tersebut dengan (Terduga Teroris Tewas di Bandung).
Ketiga,Mencerminkan Isi. Judul yang baik adalah judul yang sesuai dengan isi berita. Jangan sampai judul A tapi isinya B.
Keempat, Hindari Kata Tanya. Misalnya, Siapakah Gerangan Pengganti Fergie? cukup dengan Calon Pengganti Fergie, Disiapkan.
Terakhir, lazimnya gunakan How + to do.
Kedua, Ringkas. Biasakan Judul itu menggunakan kalimat yang ringkas.Karena bagaimanapun Judul berita, harus mencerminkan isi dari berita. contoh judul yang salah (Terduga Terorisme Meninggal Dunia Dengan Luka Tembak di Dada di Bandung). Cukup judul tersebut dengan (Terduga Teroris Tewas di Bandung).
Ketiga,Mencerminkan Isi. Judul yang baik adalah judul yang sesuai dengan isi berita. Jangan sampai judul A tapi isinya B.
Keempat, Hindari Kata Tanya. Misalnya, Siapakah Gerangan Pengganti Fergie? cukup dengan Calon Pengganti Fergie, Disiapkan.
Terakhir, lazimnya gunakan How + to do.
Cara Menulis Judul Berita Yang Baik
Cara Menulis Judul Berita Yang Baik (Tugas Jurnalistik Online 2 Mei 2013).
Judul merupakan "mata kail" yang sanggup menarik masuk seluruh perhatian dan daya cipta audience agar mau mengikuti berita yang ditulis. ada lima cara menulis judul berita yang baik.
Pertama, Gunakan Subjek dan Predikat. Contoh: Persib Menang atau SBY Galau.
Kedua, Ringkas. Biasakan Judul itu menggunakan kalimat yang ringkas.Karena bagaimanapun Judul berita, harus mencerminkan isi dari berita. contoh judul yang salah (Terduga Terorisme Meninggal Dunia Dengan Luka Tembak di Dada di Bandung). Cukup judul tersebut dengan (Terduga Teroris Tewas di Bandung).
Ketiga,Mencerminkan Isi. Judul yang baik adalah judul yang sesuai dengan isi berita. Jangan sampai judul A tapi isinya B.
Keempat, Hindari Kata Tanya. Misalnya, Siapakah Gerangan Pengganti Fergie? cukup dengan Calon Pengganti Fergie, Disiapkan.
Terakhir, lazimnya gunakan How + to do. (penggunakan bentuk kalimat aktif, bukan pasif juga bisa menjadi sangat penting. Sebab, lazimnya judul berita menggunakan kalimat aktif karena daya (power)-nya dahsyat.
Judul merupakan "mata kail" yang sanggup menarik masuk seluruh perhatian dan daya cipta audience agar mau mengikuti berita yang ditulis. ada lima cara menulis judul berita yang baik.
Pertama, Gunakan Subjek dan Predikat. Contoh: Persib Menang atau SBY Galau.
Kedua, Ringkas. Biasakan Judul itu menggunakan kalimat yang ringkas.Karena bagaimanapun Judul berita, harus mencerminkan isi dari berita. contoh judul yang salah (Terduga Terorisme Meninggal Dunia Dengan Luka Tembak di Dada di Bandung). Cukup judul tersebut dengan (Terduga Teroris Tewas di Bandung).
Ketiga,Mencerminkan Isi. Judul yang baik adalah judul yang sesuai dengan isi berita. Jangan sampai judul A tapi isinya B.
Keempat, Hindari Kata Tanya. Misalnya, Siapakah Gerangan Pengganti Fergie? cukup dengan Calon Pengganti Fergie, Disiapkan.
Terakhir, lazimnya gunakan How + to do. (penggunakan bentuk kalimat aktif, bukan pasif juga bisa menjadi sangat penting. Sebab, lazimnya judul berita menggunakan kalimat aktif karena daya (power)-nya dahsyat.
berita "hari pahlawan"
Miris!! Bangsa Kita Terhadap Hari Pahlawan
“Suasana Hari Pahlawan Di Taman pejuang Lodaya”
Hari pahlawan yang bertepatan dengan 10 November 2012 di Taman Pejuang Lodaya (Bandung) begitu miris, sejumlah siswa-siswa sekolah serta orang-orang yang berpendidikan, tidak merasakan hal yang bermakna pada hari pahlawan yang bertepatan (senin, 10 November 2012), banyaknya kegiatan ditaman tersebut, namun tak ada satupun acara yang memperingati hari tersebut. Mereka menganggap hari pahlawan sebagai hari yang tak bermakna dan perjuangan pahlawan hanya sebagai cerita yang lewat saja.
Sejarah para pahlawan dalam membela tanah air sungguh hanya sebagai sejarah saja yang tak dijadikan momentum yang tak berharga. Banyaknya masyarakat yang tidak “ngeh” pada hari pahlawan saat ditemui di taman pejuang lodaya, padahal mereka dari kalangan pelajar serta kaum cendekiawan (dosen, penyelenggara asuransi pendidikan, serta guru-guru tk yang sedang mengikuti kegiatan manasik haji)
Miris, seharusnya hari pahlawan bukan hanya diperingati sebagai hari bersejarah saja serta hanya upacara bendera tanpa adanya penghayatan begitu yang disampaikan Hasanudin salah satu agen asuransi di Tafakul- Fulnadi (tafakul dana pendidikan), saat ditemui di taman pejuang lodaya sabtu siang (10/11)
Seharusnya dikenalkan kepada anak-anak dari sejak dini, bagaiman perjuang para pahlawan kita dahulu, untuk menghargai jasa-jasa mereka, bukan hanya upacara saja tapi juga kesadaran mereka yang harus berjuang seperti perjuangan mereka dalam membela negaranya, pengaruh media serta peran pemerintahan yang seharusnya menjadi contoh utama menampilkan dan memaparkan kepada kaum muda, bukan hanya dari segi edukasi yang mungkin siswa menjadi monoton tapi dengan kesadaran mereka sebagai pelajar. Ujarnya.
Dulu saya saat sekolah di SMA 11 Bandung kira-kira tahun 1997-1998 ada acara-acara khusus pada saat hari pahlawan, kebetulan saya pun menjadi panitia pada saat itu. Mantan Alumni UNSUD (Universitas Sudirman) Jawa tengah ini begitu merasakan hal yang berbeda antara dahulu dengan sekarang, Kesadaran terhadap negara, bahasa, budaya telah lenyap, namun pemerintah seharusnya menyadari hal itu jangan sampai setelah diambil negara lain baru menyesal. Tandasnya
Saat berada di taman pejuang lodaya banyak siswa-siswa yang mengikuti ektrakulikuler sekolah seperti bisbol dan acar besar manasik haji yang di selenggarakan TK Aisyiah sekota bandung, namun tak ada 1 pun yang mengadakan acara untuk hari pahlawan.
Ibu Erlia Syaudi, ketua pelaksana manasik haji sekota bandung. Juga dosen UNLA (Universitas Langlangbuana), Dosen Pasca Sarjana UPI dan Juga STAIM (Sekolah Tinggi Agama Islam), kami tidak mengadakan manasik haji ini sebagai peringatan hari pahlawan tapi kami lebih melihat ke Lokasi dan strategi yang telah kami rancang agar semua anak-anak tk, guru dan orang tua bisa bersilaturahmi, adapun terhadap hari pahlawan bukan saya melupakan, namun kurangnya partisipan dari bangsa terutama pemerintah sendiri sehingga jarang dianggap secara khusus, harusnya punya mindset terhadap hari pahlawan ini, iya walaupun tidak dengan hal-hal yang bermanfaat dan bisa dijadikan sebagai program rutin yang bisa memperingati terhadap hari ini. Ujarnya saat ditemui dilapangan lodaya (10/11)
Adapun menurut Regar Fairuz salah satu siswa SMA 8 Kelas 10, dia sempat bingung terhadap apa yang terjadi pada hari ini, namun karena diingatkan temannya regar pun ingat kembali, miris, siswa sebagai penerus perjuangan pun tak begitu mengenal hari yang begitu sangat berharga ini. “Guru hanya mengenang pahlawan dengan cerita saja” begitulah ujarnya disela-sela menunggu latihan bisbol. Sejarah pahlawan hanya jadi cerita belaka yang tidak merasuki bagaimana perjuangan mereka saat memasuki masa-masa kesulitan bangsa ini, kami hanya mengikuti upacara saja dan tak ada kegiatan lain. “saya ingin pada hari pahlawan itu siswa memeperingati dengan hal-hal yang bermanfaat seperti lomba, pidato atau hal-hal lain agar kami bisa bersaing dan menjadi anak bangsa yang unggul. Tandasnya sabtu siang (10/11)
(KRM)
“Suasana Hari Pahlawan Di Taman pejuang Lodaya”
Hari pahlawan yang bertepatan dengan 10 November 2012 di Taman Pejuang Lodaya (Bandung) begitu miris, sejumlah siswa-siswa sekolah serta orang-orang yang berpendidikan, tidak merasakan hal yang bermakna pada hari pahlawan yang bertepatan (senin, 10 November 2012), banyaknya kegiatan ditaman tersebut, namun tak ada satupun acara yang memperingati hari tersebut. Mereka menganggap hari pahlawan sebagai hari yang tak bermakna dan perjuangan pahlawan hanya sebagai cerita yang lewat saja.
Sejarah para pahlawan dalam membela tanah air sungguh hanya sebagai sejarah saja yang tak dijadikan momentum yang tak berharga. Banyaknya masyarakat yang tidak “ngeh” pada hari pahlawan saat ditemui di taman pejuang lodaya, padahal mereka dari kalangan pelajar serta kaum cendekiawan (dosen, penyelenggara asuransi pendidikan, serta guru-guru tk yang sedang mengikuti kegiatan manasik haji)
Miris, seharusnya hari pahlawan bukan hanya diperingati sebagai hari bersejarah saja serta hanya upacara bendera tanpa adanya penghayatan begitu yang disampaikan Hasanudin salah satu agen asuransi di Tafakul- Fulnadi (tafakul dana pendidikan), saat ditemui di taman pejuang lodaya sabtu siang (10/11)
Seharusnya dikenalkan kepada anak-anak dari sejak dini, bagaiman perjuang para pahlawan kita dahulu, untuk menghargai jasa-jasa mereka, bukan hanya upacara saja tapi juga kesadaran mereka yang harus berjuang seperti perjuangan mereka dalam membela negaranya, pengaruh media serta peran pemerintahan yang seharusnya menjadi contoh utama menampilkan dan memaparkan kepada kaum muda, bukan hanya dari segi edukasi yang mungkin siswa menjadi monoton tapi dengan kesadaran mereka sebagai pelajar. Ujarnya.
Dulu saya saat sekolah di SMA 11 Bandung kira-kira tahun 1997-1998 ada acara-acara khusus pada saat hari pahlawan, kebetulan saya pun menjadi panitia pada saat itu. Mantan Alumni UNSUD (Universitas Sudirman) Jawa tengah ini begitu merasakan hal yang berbeda antara dahulu dengan sekarang, Kesadaran terhadap negara, bahasa, budaya telah lenyap, namun pemerintah seharusnya menyadari hal itu jangan sampai setelah diambil negara lain baru menyesal. Tandasnya
Saat berada di taman pejuang lodaya banyak siswa-siswa yang mengikuti ektrakulikuler sekolah seperti bisbol dan acar besar manasik haji yang di selenggarakan TK Aisyiah sekota bandung, namun tak ada 1 pun yang mengadakan acara untuk hari pahlawan.
Ibu Erlia Syaudi, ketua pelaksana manasik haji sekota bandung. Juga dosen UNLA (Universitas Langlangbuana), Dosen Pasca Sarjana UPI dan Juga STAIM (Sekolah Tinggi Agama Islam), kami tidak mengadakan manasik haji ini sebagai peringatan hari pahlawan tapi kami lebih melihat ke Lokasi dan strategi yang telah kami rancang agar semua anak-anak tk, guru dan orang tua bisa bersilaturahmi, adapun terhadap hari pahlawan bukan saya melupakan, namun kurangnya partisipan dari bangsa terutama pemerintah sendiri sehingga jarang dianggap secara khusus, harusnya punya mindset terhadap hari pahlawan ini, iya walaupun tidak dengan hal-hal yang bermanfaat dan bisa dijadikan sebagai program rutin yang bisa memperingati terhadap hari ini. Ujarnya saat ditemui dilapangan lodaya (10/11)
Adapun menurut Regar Fairuz salah satu siswa SMA 8 Kelas 10, dia sempat bingung terhadap apa yang terjadi pada hari ini, namun karena diingatkan temannya regar pun ingat kembali, miris, siswa sebagai penerus perjuangan pun tak begitu mengenal hari yang begitu sangat berharga ini. “Guru hanya mengenang pahlawan dengan cerita saja” begitulah ujarnya disela-sela menunggu latihan bisbol. Sejarah pahlawan hanya jadi cerita belaka yang tidak merasuki bagaimana perjuangan mereka saat memasuki masa-masa kesulitan bangsa ini, kami hanya mengikuti upacara saja dan tak ada kegiatan lain. “saya ingin pada hari pahlawan itu siswa memeperingati dengan hal-hal yang bermanfaat seperti lomba, pidato atau hal-hal lain agar kami bisa bersaing dan menjadi anak bangsa yang unggul. Tandasnya sabtu siang (10/11)
(KRM)
Semua Orang Bisa Jadi Jurnalis artikel kiki (Tugas UTS media online)
Pada zaman sekarang jurnalistik bukanlah hal yang tabu dan bahkan ditakuti sebab jurnalis mempunyai kebebasan yang mendukung dalam kebebasan pers, selama tidak menyalahi kode etik pers yang telah tercantum dengan berbagai peraturan-peraturan yang tealah ditetapkan. Sebagaimana kita ketahui dunia jurnalistik adalah suatu proses dimana seorang jurnalis mencari, mengumpulkan, mengolah, mengedit dan mempublikasikan kepada khalayak.
Kegiatan jurnalistik yang sangat penting adalah informasi serta media yang akan menjadi alat dalam proses penyampaiannya. Begitu banyak media yang memberikan kebebasan pers.
Dalam pembagiaanya media terbagi kepada 3, diantaranya :
1. Media massa, seperti yang kita ketahui media massa ialah suatu alat untuk menyambungkan antara komunikator dengan komunikan, dengan berupa media cetak seperti : koran, majalah, tabloid dll.
2. Media Elektronik ialah media yang menggunakan alat elektonik yang berupa audio yaitu radio dan audio visual yaitu televisi
3. Sekarang hadir media online media dengan menggunakan internet yang bisa diakses kapan saja dimana saja oleh siapa saja, terutama dalam akun Blog seseorang bisa menulis apa saja dengan rinci dan jelas sesuai dengan keinginannya dan bisa dibaca oleh siapa saja, dalam blog juga seseorang bisaberpendapat, memberi informasi bahkan mengkritisi pdad apa yang menurut dirinya tidak sesuai.
Media online dengan akses yang begitu cepat dan mudah bisa membuat semua orang dapat menginspirasikan berbagai hal dari mulai unek-unek, informasi, hiburan, kritik, saran bisa lewat situs jejaring sosial, seperti : fb dan Twitter.
Blog sebagai penampung tulisan sebagaimana yang telah dipaparkan diatas, penampung berbagai tulisan sehingga semua orang bisa jadi jurnalis, yaitu dengan cara menyebarluaskan berbagai informasi, berita melalui tulisannya yang pada era kekinian disebut citizen jurnalism.
Citizen jurnalism telah ada pada perkembangan internet dan terjadi sejak 2004 di USA yang berart “Jurnalisme Warga”
Maka hal tersebut bisa dilakukan oleh semua warga yang memberikan berita kepada publik melalui media online
Hal yang harus diperhatikan untuk citizen jurnalism adalah :
- Menyebutkan identitas diri
- Berita yang dipublis harus akurat dan ada bukti
- Kejadian berupa tempat, tanggal dan yang berhubungan ditulis sesuai fakta
- Tetap mengetahui kode etik dalam pemublikasian
J.O. Lasica, dalam Online Journalism Review (2003), mengatagorikan, media citizen journalism kedalam 5 tipe :
1. Audience participation (seperti komentar, blog-blog pribadi, foto, atau video footage yang diambil dari handycam pribadi)
2. Situs Web Berita atau informasi independen
3. Situs berita partisipatoris murni
4. Situs media Kolaboratif
5. Bentuk lain dari media ‘tipis’ (mailing list, newsletter e-mail)
Semoga dengan artikel semua bisa jadi jurnalis ini semua orang bisa memberikan berbagai hal yang difikirkannya lewat tulisan sebab dengan berbagai pendapat pada kehidupan kita semakin banyak semoga bisa memberikan kesejahteraan hidup kita yang berdampak pada pembangunan negara.
Kegiatan jurnalistik yang sangat penting adalah informasi serta media yang akan menjadi alat dalam proses penyampaiannya. Begitu banyak media yang memberikan kebebasan pers.
Dalam pembagiaanya media terbagi kepada 3, diantaranya :
1. Media massa, seperti yang kita ketahui media massa ialah suatu alat untuk menyambungkan antara komunikator dengan komunikan, dengan berupa media cetak seperti : koran, majalah, tabloid dll.
2. Media Elektronik ialah media yang menggunakan alat elektonik yang berupa audio yaitu radio dan audio visual yaitu televisi
3. Sekarang hadir media online media dengan menggunakan internet yang bisa diakses kapan saja dimana saja oleh siapa saja, terutama dalam akun Blog seseorang bisa menulis apa saja dengan rinci dan jelas sesuai dengan keinginannya dan bisa dibaca oleh siapa saja, dalam blog juga seseorang bisaberpendapat, memberi informasi bahkan mengkritisi pdad apa yang menurut dirinya tidak sesuai.
Media online dengan akses yang begitu cepat dan mudah bisa membuat semua orang dapat menginspirasikan berbagai hal dari mulai unek-unek, informasi, hiburan, kritik, saran bisa lewat situs jejaring sosial, seperti : fb dan Twitter.
Blog sebagai penampung tulisan sebagaimana yang telah dipaparkan diatas, penampung berbagai tulisan sehingga semua orang bisa jadi jurnalis, yaitu dengan cara menyebarluaskan berbagai informasi, berita melalui tulisannya yang pada era kekinian disebut citizen jurnalism.
Citizen jurnalism telah ada pada perkembangan internet dan terjadi sejak 2004 di USA yang berart “Jurnalisme Warga”
Maka hal tersebut bisa dilakukan oleh semua warga yang memberikan berita kepada publik melalui media online
Hal yang harus diperhatikan untuk citizen jurnalism adalah :
- Menyebutkan identitas diri
- Berita yang dipublis harus akurat dan ada bukti
- Kejadian berupa tempat, tanggal dan yang berhubungan ditulis sesuai fakta
- Tetap mengetahui kode etik dalam pemublikasian
J.O. Lasica, dalam Online Journalism Review (2003), mengatagorikan, media citizen journalism kedalam 5 tipe :
1. Audience participation (seperti komentar, blog-blog pribadi, foto, atau video footage yang diambil dari handycam pribadi)
2. Situs Web Berita atau informasi independen
3. Situs berita partisipatoris murni
4. Situs media Kolaboratif
5. Bentuk lain dari media ‘tipis’ (mailing list, newsletter e-mail)
Semoga dengan artikel semua bisa jadi jurnalis ini semua orang bisa memberikan berbagai hal yang difikirkannya lewat tulisan sebab dengan berbagai pendapat pada kehidupan kita semakin banyak semoga bisa memberikan kesejahteraan hidup kita yang berdampak pada pembangunan negara.
tapak sang pemberani
Kokom adalah seorang wanita yang berasal dari sumedang, dan dia merantau di sebuah kota yang disebut “Bandung” dia adalah anak ke-5 dari 6 bersaudara, kehidupan kokom yang tinggal bersama kedua ortunya yang hanya berdagang makanan kecil (warung) tidak membuatnya malu, dia selalu berusaha bekerja membantu orang tuanya, namun dengan hasil berdagang orang tuanya pun bisa membiayai dirinya dan juga kakak-kakaknya dan adik untuk bersekolah sampai jenjang yang tinggi pada masa itu, yaitu lulusan Muallimien (SMA), dia berkenalan dengan seorang laki-laki yang berasal dari Jawa Tengah yang merantau untuk mencari penghidupan, kosim yang mempunyai kehidupan yang biasa-biasa dan hanya mengandalkan dari kemampuannya sebagai penerima jasa dalam bidang menjahit pakaian, hanya memiliki beberapa keuntungan saja dalam sehari, tapi cinta membutakan segalanya, kokom yang telah jatuh cinta bahkan ia sempat dijodohkan dengan lak-laki yang kaya oleh kedua orang tuanya tapi kokom tidak memilih dan menerima lakilaki itu, tetap pada pendiriaannya kokom ingin hidup bersama kosim kekasih hatinya yang hanya lulusan SMP, sempat menimbulkan percekcokan dan ketegangan keluarga.
Mak May terlalu sibuk memperhatikan kekayaan yang didapat oleh seseorang sehingga sikapnya yang keukeuh ingin anaknya kokom agar mendapatkan pilihan yang telah ditetapkan, hari demi hari dilalui oleh kokom dan prinsip keduanya yang benar-benar tidak bisa digugat oleh siapapun, kokom pun menjadi gundah gulana dan merasa hidupnya hampa Cinta memang buta tak bisa melihat secara jelas walalupun kelihatan jahat didepan mata, sayang segalanya tak ada yang bisa merasakan bagaimana sakitnya seseorang akan dipisahkan dengan orang yang selalu memberi senyuman pada hatiku ini,kokom merana dan melihat ke segala penjuru bahwa hanya gelap yang dia lihat, dimanakah cahaya aku?
Aku hanya ingin bersamanya, tidak ada seorangpun yang bisa membuatku tersenyum lagi selain dirinya yang selalu bertahta dalam sanubariku, begitulah rintihan yang selalu kokom panjatkan berdoa kepada Sang Pemilik Segalanya agar mengabulkan apa yang di cita-citakannya dan dapat direstui oleh kedua orang tuanya khususnya ibunya tercinta, disatu sisi dia begitu mencintai dan menyayangi kosim, namun disisi lain dia enggan membuat ibunya
· Keukeuh adalah dalam bahasa sunda yang mempunyai arti teguh pada pendirian
· Mak adalah sebutan dalam bahasa sunda biasanya untuk nenek namun mereka memanggi ibu mereka denga sebutan mak.
menderita atas keinginannya, tapi inilah cinta yang diberikan Tuhan yang luar biasa membuat semua orang menjadi tiba-tiba sesak dan tidak bisa bernafas, siang malam aku dan Mak May seolah seperti ombak dan bibir pantai walau kami selalu bertemu mak may seperti omabk dan aku bibir pantainya datang dan pergi kembali tak menetap dan berbicara sepatah katapun padaku, hatiku sakit.
“bagaimanapu dia ibuk?”
“Beliau yang telah mengandungku, beliau yang telah melahirkan dan membesarkanku!”
Salahkah aku bila harus melawan?
Mengapa aku harus mencintai laki-laki yang tidak ibuku harapkan?
Adilkah semua ini untukku?
Aku dapat berkorban untuk ibuku apapun sekalipun nyawa taruhannya, tapi...
Aku tidak bisa meninggalkan laki-laki yang tersemat dalam lubuk hatiku yang begitu berharga seperti ubunubunku.
Kokom semakin hari semakin merasa asing dari ibunya, diapun sering sakit-sakitan dan hanya bila perlu dia akan berbicara.
Keadaanya terlihat oleh kakak-kakaknya khususnya Lukman laki-laki yang ke-3, lukman pun mempunyai karakteristik yang sama dengan kokom dan ibunya, dia keras dan taat pada aturan yang seharusnya diterapkan terutama dalam bidang hukum islam (Syara), tapi tidak untuk hal ini, selain dulu pernikahannya dengan wanita yag dipilihnya tidak disetujui orang tuanya,ya begitulah dulupun ibunya menentang pernikahannya dengan Entin sampai habis-habisan beliau tidak rela menerima pernikahannya itu, Entin juga merasa sakit hati padahal dulu dia sebenarnya akan menikah dengan orang yang lebih tampan dan mempunyai harta yang begitu banyak, tapi Entin tidak direstui oleh Ayahnya karena laki-laki itu tidak mau untuk sholat, dan ayah Entin menginginkan seorang laki-laki yang benar-benar sholeh dan akan menjaga dirinya didunia dan akhirat, ternyata Allah berkehendak lain laki-laki yang di
cintai Entin bunuh diri, karena mengetahui Ayah Entin tidak merestui hubungan mereka, jodoh tidak akan kemana, ya begitulah salah satu pepatah mengatakan tanpa disangka Lukman menyukai teman adiknya , yaitu kokom, Entin yang berasal dari soreang dan hanya tinggal di bandnug bersama ayahnya yang hanya tukang arloji kecil-kecilan, dibandung hanya rumah kontrakan dan Entin juga terkeal sebagai perempuan yang sering keluar rumah udar ider dengan teman-temannya, hal ini yang membuat Lukman mendukung keputusan kokom menurut dirinya tidak ada satu orang pun yang bisa merubah takdir dan apa yang telah ditetapkan Allah pada seseorang terutama dalam hal “jodoh, rizqi dan mati”. Lukman menyayangkan perihal kokom yang tidak bisa memilih terhadap masa depan yang akan dia lewati, dimana seseorang akan menikah hanya berdasarkan cinta dan kasih sayang bukankan Sabda Rasul pun menyuruh kita untuk melihat agamanya bukan pada harta, wajah, kekayaan, dan hal yang berbau duniawi?
Jika Mak May masih menolak hubungan mereka maka Mak May tidak mengimani pada takdir dari Tuhan, padahal tidak iman berarti sama saja dengan kafir terhadap Tuhannya, hal itu yang diutarakan oleh Lukaman salah satu kakak kokom.
Kakak-kakak yang lainnya juga ternyata sependapat dengan Lukman mereka memaparkan pendapat yang sama karena mayoritas keluarga mereka lulusan peantren dan mempunyai ormas Islam yang kukuh yang tegas yang dianggap mereka ormas yang benar-benar mengusung syariat islam yaitu Pesantren PERSIS 1 Bandung “Pajagalan”, dengan berbagai pendapat dari sejumlah keluarga terutama anak-anknya akhirnya Pak Saroji ayahnya menerima dan dari awalpun dia sudah dapat menerima atas setiap keputusan yang diinginkan oleh anaknya tapi karena diapun menghargai keinginan dan alasan istrinya dia jadi ikut enggan menerimanya, akhirnya karena bujukan dan titah dari suaminya Pak Saroji yang tidak bisa dielak lagi karena istri harus taat pada semua perintah suami, Mak May pun walau tetap kesal dan kurang sesuai dengan keinginan hatinya, akhirnya dia dapat menerima dan menyerahkan segala keputusan untuk anaknya.
Pada tahun 1986, akhirnya pernikahan kokom dan kosim dilangsungkan walau dengan acara
· Arloji sebutan dalam bahasa sunda artinya jam tangan
· Udar ider dalam bahasa sunda artinya main kesana kemari tanpa tentu tujuan dan hasil hanya untuk refreshing semata
· Sabda dalam hadis (perkataan, perbuatan, dan persetujuan Nabi Muhammad SAW)
Resepsi yang begitu sangat sederhna, pernikahan terlaksana dengan lancar tanpa hambatan dan ketentraman walau dingin dari ibunya tapi tetap ramai dengan alunan musik sunda dan ucapan selamat bagi rekan, sanak saudara yang membuat keduanya menjadi makin bahagia, dan antusias pada kehidupan baru yang akan mereka mulai sejak hari itu.
Setelah mereka menikah dan hidup di rumah Mak May karena kebaikan kosim kepada ibunya kokom, akhirnya Mak may bai juga kepada mereka. Hari demi hari mereka lalui namun penghasilan kosim sebagai penjahit dan kokom yang hanya ibu rumah tangga membuat ekonomi tak ada yang diharapkan, kesabaran dan ketekunan kosim tetap dimiliki walau dia kadang-kadang dimarahi oleh istrinya karena masih nebeng pada ortunya, kokom melupakan semua jasa-jasa kosim yang hanya tak seberapa dan semua pengorbanannya atas cintanya yang dulu dia korbankan segalanya untuk mendapatkan cinta kosim dan restu orang tuanya, semua seolah-olah hilang tanpa jejak, lenyap yang diinginkan kokom agar kosim bisa berubah dan tidak hanya menjadi seorang penjahit independen yang mendapatkan penghasilan tidak seberapa dan itupun kalau ada orderan kalau tidak, lapur, padahal makan dan kebutuhan tiap hari itu ada dan mesti terpenuhi, ibunya hanya tersenyum melihat keadaan mereka, begitulah kalau orang yang gak nurut ma orang tua, Mak May berucapa sambil tertawa sinis seolah merasa bangga terhadap apa yang telah terjadi dan dari dulu tidak dia setujui.
Nasi sudah menjadi bubur ibunya harus menerima dan harus terus membuat kehidupan anaknya bahagia beliaupun mendukung setiap segala rencana yang dilakukan kokom dan kosim, mungkin beliau juga iba karena tidak tega melihat mereka menderita. Perjalanan pernikahan mereka terus berlangsung kosim yang begitu sabar dan ulet dalam bekerja walau hanya penghasilan sedikit dia tidak pernah mengeluh dan tetap semangat, entah kenapa sebenarnya kemahiran kosim dalam bidang menjahit begitu bagus sempat dia ingin dijadikan manajer pada sebuah perusahaan tapi dia eggan, dia tidak mau jadi jajahan orang lain walaupun gaji tinggi dan juga punya tingkatan tapi tetap dia tidak menerima tawaran tersebut, karena bagi dia pekerjaan dibawah tangan manusia apalagi suatu tempat dan ruang lingkup yang bersatu seperti karyawan itu hanya akan menjadi budak suruhan atas semua keinginan atasanna, kokom pun merasa kesal terhadap apa yang dipilih suaminya itu “bodoh orang mau diajak maju gak mau” gerutu kokom pada kosim.
Kokom lulusan pesantren dan ilmu agamanya cukup tinggi akhirnya dia memutuskan untuk mengajar di sebuah madrasah didekat rumahnya madrasah yang kecil namun untuk tambahan dan membagi ilmunya merupakan kewajiban bagi dirinya..
Setelah satu tahun menikah mereka dikaruniai seorang anak pertamanya, yang bernama Muhammad Iqbal Mukhlis. Dia lahir dibandung bersama kosim, kokom kakaknya dan dan ibunya pada tanggal 17 Mei 1987, kebahagiaan meliputi mereka walau kehidupan ekonomi tak begitu menjanjikan kokom sebagai istri dengan sabar menerima kosim atas segala upaya yang dilakukannya, musibahpun terjadi kakak kokom yang bernama Ruhiyat yang akan menikah dan menjadi seorang guru disebuah sekolah ternama saat itu, tiba-tiba lumpuh dantidak bisa berjalan, entah apa yang terjadi mereka pun tidak tahu penyebabnya tapi yang jelas hal ini menjadi tanggung jawab mereka juga karena mereka satu rumah dengan kakaknya tersebut segala macam Dr dan pengobatan-pengobatan dia datangi tapi tak ada gunanya semua menyerah tanpa mengetahui penyebabnya, Ruhiyat yang sangat taat pada agama menyerahkan segalanya pada Allah swt. Dia pasrah atas takdirnya bahkan apabila dia mengikuti kegiatan pengajian dia selalu sendiri dengan menggunakan kursi rodanya.
Muhammad Iqbal Mukhlis adalah seorang laki-laki yang sehat dan menjadi harapan awal keluarga, pertumbuhan Muhammad Iqbal Mukhlis yang dipanggil kedua orang tuanya hanya dengan iqbal saja menjadi balita yang lucu berjalan dan akhirnya bersekolah, mereka memasukan Iqbal pada salah satu SD Negeri dibandung yang bernama SDN Jamika III pada tahun 1993, iqbal dikenal sebagai sosok yang agak jaim dan suka becanda, bahkan karena perekonomian orang tuanya semenjak SD dia pun berjualan makanan kecil, keliling-keliling menjual dagangannya, dia menamatkan sekolah dasarnya pada tahun 1999, karena orang tuanya mendidik dengan rajin diapu dapat ranking dari 10 besar sejak kecil. Setelah keluar dari SD Iqbala tidak langsung masuk ke jenjang selanjutnya dia tinggal dirumah, namun karena laki-laki dia menjadi bergaul dengan siapa saja kehidupan perekonomian yang minim jangankan untuk sekolah tinggi-tinggi untuk makan pun ngenes hanya nasi saja kalau enggak ama kerupuk, dia menjadi pengamen jalanan, suka meroko, dan juga pernah ke jakarta dengan modal nekat, karena takut pergaulan Iqbal menjadi tak karuan akhirnya kosim dan kokom mencari sekolah gratis yang juga bisa mendidik akhlaq anaknya agar menjadi anak yang sesuai dengan yang mereka harapkan yaitu anak sholeh, Iqbal awalnya dimasukkan ke salah satu pondok pesantren gratis tapi disana dia bukannya didik dan diberi ilmu dengan seungguh-sungguh, malah dijadikan kuli panggul dan dipekerjakan, Iqbal tidak mengeluh namun karena orang tuanya merasa kasian dan takut anaknya kenapa-napa akhirnya Iqbal diambil dari pondok tersebut. Pada tahun 2000 dia dimasukan ke pondok pesantren Camplong tepatnya di madura yaitu Al-ittihad Al-Islami Camplong, Iqbal yang tak ingin menyia-nyiakan kesempatannya dari perjuangan orang tuanya, yang telah membawanya pada pesantren yang begitu jauh dan biaya yang seadanya, karena perekonomian keluarga biaya sekolah menjadi sering telat dan uang jajan pun pas-pasan, namun demikian tekadnya untuk mengumpulkan buku, kitab selalu dia rencanakan walaupun dia tidak jajan sama sekali, bahkan karena keuletannya Iqbal pun dekat dengan para Ustazd, Iqbal pun mendapatkan prestasi juara 2 tapi hanya dikasih buku bukan beasiswa khusus. 2003 dia lulus dari Al-Ittihad dan tetap meneruskan sekolahnya disana pada instansi yang sama pada 2004. Pada tahun awal dia memasuki SMA dia banyak mengikuti organisasi baik luar maupun dalam pondok pesantren, diantaranya :
v Departemen Dakwah ISMII ( Ikatan Santri Ma’had Al-Ittihad Al-Islami )
( Thn. 2004-2005 )
v Ketua Umum ISMII ( Thn. 2005-2006 )
v LDK JF ( Jama’ah A.R. Fachruddin ) Biro Mushala ( Thn. 2006-2007 )
Awalnya banyak beasiswa yang dia dapatkan dari ketua yayasan tapi setelah Meninggal ketua yayasan itu jadi jarang bahkan tidak ada sama sekali. Iqbal hanya bisa “ngegel curuk” ketika melihat teman-temannya yang lain jajan dan membeli berbagai macam kebutuhan, tapi dia tetap ulet dan terus semangat kuliah sehingga tidak menjadi terjatuh dan terpuruk malah dia menjadi laki-laki yang dewasa yang merangkai cita-cita dan harapan yang dia impikan, terus tersenyum dan tidak minder untuk bergaul dan berprestasi meraih masa depan yang cerah bahkan bisa membalas segala upaya orang tuanya yang telah mati-matian berjuang walau entah merekapun bagaimana kehidupannya disana yang jelas saat itu Iqbal berharap orang tuanya selalu bahagia dan tidak mengalami kekurang serperti yang dia rasakan berharap dan terus berdoa agar kelak dia bisa membawa orang tuanya mempunyai rumah sendiri dan tidak tinggal dalam kesusahan setelah tua kelak, cucuran air mata pu kadang
Ustazd dalam bahasa arab artinya Guru
Ngegel Curuk peribaha orang sunda artinya ketika mempunyai keinginan dan tidak bisa mendapatkannya hanya bisa diam tanpa melakukan apa-pa (pasrah dengan yang dimiliki)
terintih dalam ikatan antara Iqbal dan Tuhan tempat yang jauh dari orang tua, walau ada tetesan darah Jawa yang kuat dan pantang me nyerah tapi namanya juga manusia kadang Iqbal mengeluh kepadanya, dan bersujud mengharap ampunan atas semua keluh kesahnya yang hanya dia dan Tuhan yang tahu, tapi Allah Maha kuasa apa yang aku cita-citakan sediit demi sedikit terwujud Iqbal pun lulus dari pondok pesantren tahun 2006 dan medapat penghargaan santri teladan.
Kelulusan pun didpat setelah dia PKL dan menyelesaikan UAS SMA tingkat akhir dengan penuh perjuangan namun selalu dengan kesabaran sehingga selalu mendapatkan hasil yang masnis dan penuh rasa syukur karena nikmat yang amat sangat dahsyat yang dirasakannya sampai dia mendapatkan bebarapa prestasi selain dari sekolah sebagai juara dalam ranking dan lumayan menjadi momen yang sangat fenomenal dan tak dapat dilupakan oleh dirinya
Dan keluarganya diantara prestasi yang didapatnya, yaitu :
v Juara III Terbaik dalam “Pelatihan 12 jam Cara Cepat Membaca Kitab Gundul” Pada ( Thn. 2006 )
v Peserta Terbaik dalam acara P2KK (Pelatihan Pengembangan Kepribadian dan Kepemimpinan ) Ibn Rusyd-09 ( Thn. 2006 )
Dan mempunyai pengalaman pribadi yang membuat dia juga tidak akan melupakan pesantren yang telah dia tempati selama 6 tahun diantara pengalamannya :
Pernah menjadi Pematari dalam acara debat “Islam Teroris Prokontra” Ma’had Al-Ittihad Al-Islami Camplong –Sampang Madura Sebagai Pembanding Thn. 2004, Menjadi Nara Sumber Pembanding dalam acara bedah buku “Fikih Lintas Agama” Thn.2005 di tempat yang sama, pernah Tour Dakwah selama 2 Minggu di Blitar dalam rangka memenuhi tugas akhir dari Ma’had Al-Ittihad Al-Islami Camplong-Sampang-Madura.
Setelah selesei SMA di pondok karena adanya prestasi dan juga hal-hal positif dari Iqbal saaat masuk pesantren sampai dia keluar akhirnya pihak pesantren pun membantu Iqbal agar bisa meneruskan pendidikannya di Perguruan tinggi Iqbal memilih dan saran dari salah seorang ustazd juga untuk masuk UMM (Universitas Muhamadiyah Malang) dan dia berhasil lulus lewat jalur SNMPTN jurusan FAI / Hukum Perdata Islam tahun 2006.
Di universitas ini dia hanya membayar separuh dari biaya administrasi awal karena dia diajukan juga dari pihak pesantren, karena perekonomian keluarga yang masih belum stabil dia pun memutar otaknya karena dalam perkuliahan kebutuhan makin banyak dan harus diatasi sendiri banyak hal yang tidak bisa dilakukan dengan hanya dian tanpa hasil terutama masalah finansial untuk peralatan kuliah, buku-buku dan juga tugas-tugas lain yang selalu mengeluarkan uang, sehingga dia mencari peluang freelance yang tidak terikat waktu dengan kuliah dan tidak akan menggangu pada perkuliahannya, diantara pengalaman kerjanya semasa kuliah, adalah :
v Anggota kesekretariatan di P2KK (Program pengembangan & Pembentukan kepribadian & kepemimpinan) (Thn. 2008-2010)
v Asisten dosen mata kuliah tafsir hadist Kelas A (Thn. 2009)
v Intrukstur BTQ (Baca Tulis Al-Qur’an) pada Mata kuliah AIK UMM (Thn. 2010)
v Part-Time di TU (Tata Usaha) AIK & MKDU UMM (Thn. 2010)
v Tim Korektor LJU (Lembar Jawaban Ujian) P2KK UMM (Thn. 2010-2011)
v Pernah menjadi tim penghitungan cepat (Quick count) Pilpres (Thn. 2009).
Serta keaktifan dirinya di kampus baik internal dan eksternal membuat teman-teman dan dosen pun dekat dengan dirinya hidupnya yang bersahaja, mudah bergaul dan tidak acuh terhadap orang lain membuat dia disenangi dan punya banyak teman. Kegiatan kampus yang pernah dia geluti :
v KABID SDI Ikatan Remaja Muhammadiyah PDM Malang (Thn. 2007-2009)
v LSO FORSIFA (Forum Studi Islam Fakultas) Kabid Humas ( Thn. 2007-2008 )
v HMJ Syari’ah Sekbid Penalaran ( Thn. 2007-2008 )
v SEFA ( Senat Mahasiswa Fakultas Agama Islam ) Kabid eksternal ( Thn. 2008-2009 )
v Kabid Departemen SOSPOL HIMA PERSIS (Thn. 2009-2011)
v Ketua Umum Pjs. HIMA PERSIS JATIM (Thn.2011-2012)
Prestasi yang didapat :
v Kelompok KKN-Terpadu terbaik ke-2 penempatan kab. Batu Jawa Timur (Thn. 2010)
Iqbal lulus pada tahu 2011 di Universitas Muhamadiyah Malang, kemudian dia bekerja di Pendamping Lokal (PL) di PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Kecamatan Rasau Jaya Kab. Kubu Raya. Provinsi Kalimantan Barat. ( Thn. 2012)
Kini dia beralamatkan di kalimantan barat tepatnya di Jl. Pembangunan RT 016 RW 007 Dusun Banjar Tengah Desa Rasau Jaya II Kecamatan Rasau Jaya Kab. Kubu Raya.
Pekerjaan yang berada dibawah program pemerintah dan dibiayai oleh bank dunia dengan gaji 5juta perbulan, membuat Iqbal menikmati dengan berbagai fasilitas yang dia miliki sekarang, serperti rumah yang disediakan pemerintah, serta telah mempunyai kendaraan roda dua, laptop dan hal-hal lain padahal dia pada mulanya tidak mempunyai apa-apa dan hanya untuk makan sehari-hari saja, kini diapun bisa mulai memberika pada orang tua dan adik-adiknya walau tidak seberapa tapi menjadi kebanggaan orang tuanya karena mempunyai anak yang sholeh dan kini sedang mengikuti jenjang S2 / Pasca Sarjana, Program Magister Ilmu Hukum Universitas Tanjungpura ( Thn. 2012-2014 ).
Kehidupannya yang begitu keras dan antusias dalam apa yang dia geluti tidak menjadikan dirinya mundur malah dia menjadi makin berkembang dengan apa yang dia punyai, dia menjadikan segala yang serba kukurang sebagai peluang dan mencari berbagai kesempatan agar hidup menjadi lebih baik dan terus menjadi yang terbaik, keringat, bahkan disaat sakit dia yang jauh dari sanak saudara tiada yang mempedulikan secara khusus kecuali teman-teman dan para sahabatnya namun dia tidak mengeluh tidak menjerit dan tidak pernah meratapi akan semua kesusahannya dia mencoba untuk bertahan walau hempasan kadang yang begitu luar biasa menyayat tetap tegar tanpa adanya suatu keinginan untuk mudur dan kembali ke kampung halamannya, sososknya yang apa adanya sederhana dan menjadi terus melakukan yang terbaik dan bercermin pada sosok bung karno serta pahlawan-pahlawan yang menjadi teladan bagi dirinya selalu membuat dia bangkit, pembaharu yang tak ingin dikalahkan menjadi kebanggaan keluarga dan adik-adiknya, harapan-harapannya selalu dia torehkan pada catatan dan perjalanan hidupnya bak air yang menguap semangatnya tidak pernah mati selalu berkobar bagai api yang tak pernah padam bahkan di hempas air makin meninggi dengan hobi membaca, mendengarkan musik, dan travelling, dia tak pernah lupa akan pesan orang tua agar tetap mendekatkan diri pada Sang Pemilik dimana kapanpun laksanakan perintahnya karena hanya doa anak sholeh yang dikabul. Dia juga mempunya
motto hidup :
Bekerja Cerdas, Kreatif dan Inovatif
Seraya Berdo’a Kepada Allah SWT.
Kokom dan kosim pun merasa bahagia walaupun kehidupan mereka dari segi ekonomi minim tapi mereka menginginkan anak-anaknya tetap mendapat pendidikan yang tinggi dan terjamin demi menjai orang muslim yang terbaik dihadapan Sang pencipta sebab Ilmu adalah bekal yang sangat penting dan warisan yang tak akan habis-habisnya dengan Ilmu manusia dihormati, disegani dan melakukan segala hal yang salah pun akan berfikir ulang apakah bermanfaat atau tidak, namun karena kerajinan kokom dalam mendidik dan mengurus anak-anaknya, tidak hanya iqbal anak-anak yang lain pun mendapat pendidikan yang terjamin dengan fasilitas tempat yang luar biasa ke-5 anaknya mendapatkan beasiswa dan pendidikan gratis di berbagai sekolah ternama :
Anak ke-2 adalah seorang perempuan Bernama Ilmi Fadhillah dia dari SD mendapatkan juara ke 1 dan berganti-ganti namun tetap menjadi yang terbaik di MI PERSIS 29 dia mendapat beasiswa karena juara kelas, kemudian dia masuk MTS PERSIS sama seperti halnya sewaktu di MI dia juara ke-1 dan mendapat beasiswa sekolah gratis, dan ketika memasuki jenjang selanjutnya dia ikut serta tes di SSC (Sony Sugema College) dari beratus-raus peserta hanya diterima 60 peserta dan segala biaya bila lolos diberikan dari sana Ilmi lolos dan sekolah disana padahal bila mengeluarkan biaya sendiri bisa berjuta-juta dan perbulannya pun Rp. 600.000.000 untuk SPP saja, dan selanjutnya adiknya Muhamad Yasfi Fauzi mendapat ranking 10 besar sekola\h dasar MI yang sama dengan Ilmi dan Pesantren Persis Cianjur,kemudian masuk SMK Budaya Bangsa dalam jurusan komputer dengan biaya gratis dari awal masuk dan kini dia Kuliah di Universitas STIMIK AMIK dengan jalur tes dan mendapatkan beasiswa masuk gratis, adiknya Iqbal yang ke-3 yaitu Muhamad Hasbi As-Shidiq mendapat biaya dari yayasan dengan jalur tes di SMA Muhamadiyah Sumur Bandung serta adiknya yang terakhir Muhamad Luthfi azis sewaktu MI dengan MI yang sama mendapat ranking 1, 2 dan selalu bergiliran sampai mendapatkan beasiswa yang sama seperti Ilmi dan kini di SMP Daarut Tauhid dengan jalur tes bdersaing dengan anak-anak elite yang masuk dengan biaya berjuta-juta sedangkan lutfhfi hanya dari tes dan diberi bekal secukupnya oleh orang tuanya tapi tetap tidak mengeluh sama seperti halnya Iqbal dia hanya menerima dan mensyukuri terhadap apa yang diberikan oleh kedua orang tuanya sikapnya yang lucu dan mudah bergaul serta rajin membantu orang tuanya tidak membuat dirinya terasa asing diantara orang-orang kaya di DT malah dia mendapatkan juara 2 dan mendapatkan juara 1 lomba Bahasa Arab. Kesuksesan awal yang di raih oleh anak-anaknya yang berada pada sekolah-sekolah ternama namun mempunyai prestasi yang luar biasa membuat kokom dan kosim menitiskan air mata 5 pilar keluraga yang kelak akan menjadi orang-orang yang mengangkat derajat orang tuanya sangat mereka syukuri, kokom dan kosim walau tidak bisa memberikan biaya yang selayaknya tapi mereka selalu memberikan perhatian dan kasih sayangnya serta nasehat-nasehatnya kepada ke-5 anaknya agar tetap terus berjuang untuk Ilmu sebab dengan Ilmu manusia dihormati dimana pun, kapan pun dan bersama siapapun, kosim yang hanya penjahit dia mempunya motor yang harganya tak seberapa tapi dia selalu mengantarkan anak-anaknya yang pulang pergi pada masa sekolah dengan mengantar dan menjemputnya baik dalam keadaan lelah sekalipun dia tidak pernah mengabaikan anak-anaknya agar mendapat perhatian walau dengan tenaga yang dia punya.
Pesan dari kokom : Tuntutlah Ilmu dan junjung tinggi Ilmu terutama Ilmu agama yang akan menyelamatkan dunia akhirat
Pesan dari Kosim : Selalu lakukan apa yang bisa kita lakukan karena semua pasti ada balasannya dalam suka selalulah bersyukur dan ingat padanya dan dalam duka bersabarlah karena jalan Allah tidak pernah kita duga kemudahan akan datang dengan sendirinya.
Pesan dari Iqbal : Selalu berfikir positif selama kita mau berusaha dan berpikir positif pasti ada jalannya, biarpun terkadang aneh dan unik cara jalan tersebut.
Mak May terlalu sibuk memperhatikan kekayaan yang didapat oleh seseorang sehingga sikapnya yang keukeuh ingin anaknya kokom agar mendapatkan pilihan yang telah ditetapkan, hari demi hari dilalui oleh kokom dan prinsip keduanya yang benar-benar tidak bisa digugat oleh siapapun, kokom pun menjadi gundah gulana dan merasa hidupnya hampa Cinta memang buta tak bisa melihat secara jelas walalupun kelihatan jahat didepan mata, sayang segalanya tak ada yang bisa merasakan bagaimana sakitnya seseorang akan dipisahkan dengan orang yang selalu memberi senyuman pada hatiku ini,kokom merana dan melihat ke segala penjuru bahwa hanya gelap yang dia lihat, dimanakah cahaya aku?
Aku hanya ingin bersamanya, tidak ada seorangpun yang bisa membuatku tersenyum lagi selain dirinya yang selalu bertahta dalam sanubariku, begitulah rintihan yang selalu kokom panjatkan berdoa kepada Sang Pemilik Segalanya agar mengabulkan apa yang di cita-citakannya dan dapat direstui oleh kedua orang tuanya khususnya ibunya tercinta, disatu sisi dia begitu mencintai dan menyayangi kosim, namun disisi lain dia enggan membuat ibunya
· Keukeuh adalah dalam bahasa sunda yang mempunyai arti teguh pada pendirian
· Mak adalah sebutan dalam bahasa sunda biasanya untuk nenek namun mereka memanggi ibu mereka denga sebutan mak.
menderita atas keinginannya, tapi inilah cinta yang diberikan Tuhan yang luar biasa membuat semua orang menjadi tiba-tiba sesak dan tidak bisa bernafas, siang malam aku dan Mak May seolah seperti ombak dan bibir pantai walau kami selalu bertemu mak may seperti omabk dan aku bibir pantainya datang dan pergi kembali tak menetap dan berbicara sepatah katapun padaku, hatiku sakit.
“bagaimanapu dia ibuk?”
“Beliau yang telah mengandungku, beliau yang telah melahirkan dan membesarkanku!”
Salahkah aku bila harus melawan?
Mengapa aku harus mencintai laki-laki yang tidak ibuku harapkan?
Adilkah semua ini untukku?
Aku dapat berkorban untuk ibuku apapun sekalipun nyawa taruhannya, tapi...
Aku tidak bisa meninggalkan laki-laki yang tersemat dalam lubuk hatiku yang begitu berharga seperti ubunubunku.
Kokom semakin hari semakin merasa asing dari ibunya, diapun sering sakit-sakitan dan hanya bila perlu dia akan berbicara.
Keadaanya terlihat oleh kakak-kakaknya khususnya Lukman laki-laki yang ke-3, lukman pun mempunyai karakteristik yang sama dengan kokom dan ibunya, dia keras dan taat pada aturan yang seharusnya diterapkan terutama dalam bidang hukum islam (Syara), tapi tidak untuk hal ini, selain dulu pernikahannya dengan wanita yag dipilihnya tidak disetujui orang tuanya,ya begitulah dulupun ibunya menentang pernikahannya dengan Entin sampai habis-habisan beliau tidak rela menerima pernikahannya itu, Entin juga merasa sakit hati padahal dulu dia sebenarnya akan menikah dengan orang yang lebih tampan dan mempunyai harta yang begitu banyak, tapi Entin tidak direstui oleh Ayahnya karena laki-laki itu tidak mau untuk sholat, dan ayah Entin menginginkan seorang laki-laki yang benar-benar sholeh dan akan menjaga dirinya didunia dan akhirat, ternyata Allah berkehendak lain laki-laki yang di
cintai Entin bunuh diri, karena mengetahui Ayah Entin tidak merestui hubungan mereka, jodoh tidak akan kemana, ya begitulah salah satu pepatah mengatakan tanpa disangka Lukman menyukai teman adiknya , yaitu kokom, Entin yang berasal dari soreang dan hanya tinggal di bandnug bersama ayahnya yang hanya tukang arloji kecil-kecilan, dibandung hanya rumah kontrakan dan Entin juga terkeal sebagai perempuan yang sering keluar rumah udar ider dengan teman-temannya, hal ini yang membuat Lukman mendukung keputusan kokom menurut dirinya tidak ada satu orang pun yang bisa merubah takdir dan apa yang telah ditetapkan Allah pada seseorang terutama dalam hal “jodoh, rizqi dan mati”. Lukman menyayangkan perihal kokom yang tidak bisa memilih terhadap masa depan yang akan dia lewati, dimana seseorang akan menikah hanya berdasarkan cinta dan kasih sayang bukankan Sabda Rasul pun menyuruh kita untuk melihat agamanya bukan pada harta, wajah, kekayaan, dan hal yang berbau duniawi?
Jika Mak May masih menolak hubungan mereka maka Mak May tidak mengimani pada takdir dari Tuhan, padahal tidak iman berarti sama saja dengan kafir terhadap Tuhannya, hal itu yang diutarakan oleh Lukaman salah satu kakak kokom.
Kakak-kakak yang lainnya juga ternyata sependapat dengan Lukman mereka memaparkan pendapat yang sama karena mayoritas keluarga mereka lulusan peantren dan mempunyai ormas Islam yang kukuh yang tegas yang dianggap mereka ormas yang benar-benar mengusung syariat islam yaitu Pesantren PERSIS 1 Bandung “Pajagalan”, dengan berbagai pendapat dari sejumlah keluarga terutama anak-anknya akhirnya Pak Saroji ayahnya menerima dan dari awalpun dia sudah dapat menerima atas setiap keputusan yang diinginkan oleh anaknya tapi karena diapun menghargai keinginan dan alasan istrinya dia jadi ikut enggan menerimanya, akhirnya karena bujukan dan titah dari suaminya Pak Saroji yang tidak bisa dielak lagi karena istri harus taat pada semua perintah suami, Mak May pun walau tetap kesal dan kurang sesuai dengan keinginan hatinya, akhirnya dia dapat menerima dan menyerahkan segala keputusan untuk anaknya.
Pada tahun 1986, akhirnya pernikahan kokom dan kosim dilangsungkan walau dengan acara
· Arloji sebutan dalam bahasa sunda artinya jam tangan
· Udar ider dalam bahasa sunda artinya main kesana kemari tanpa tentu tujuan dan hasil hanya untuk refreshing semata
· Sabda dalam hadis (perkataan, perbuatan, dan persetujuan Nabi Muhammad SAW)
Resepsi yang begitu sangat sederhna, pernikahan terlaksana dengan lancar tanpa hambatan dan ketentraman walau dingin dari ibunya tapi tetap ramai dengan alunan musik sunda dan ucapan selamat bagi rekan, sanak saudara yang membuat keduanya menjadi makin bahagia, dan antusias pada kehidupan baru yang akan mereka mulai sejak hari itu.
Setelah mereka menikah dan hidup di rumah Mak May karena kebaikan kosim kepada ibunya kokom, akhirnya Mak may bai juga kepada mereka. Hari demi hari mereka lalui namun penghasilan kosim sebagai penjahit dan kokom yang hanya ibu rumah tangga membuat ekonomi tak ada yang diharapkan, kesabaran dan ketekunan kosim tetap dimiliki walau dia kadang-kadang dimarahi oleh istrinya karena masih nebeng pada ortunya, kokom melupakan semua jasa-jasa kosim yang hanya tak seberapa dan semua pengorbanannya atas cintanya yang dulu dia korbankan segalanya untuk mendapatkan cinta kosim dan restu orang tuanya, semua seolah-olah hilang tanpa jejak, lenyap yang diinginkan kokom agar kosim bisa berubah dan tidak hanya menjadi seorang penjahit independen yang mendapatkan penghasilan tidak seberapa dan itupun kalau ada orderan kalau tidak, lapur, padahal makan dan kebutuhan tiap hari itu ada dan mesti terpenuhi, ibunya hanya tersenyum melihat keadaan mereka, begitulah kalau orang yang gak nurut ma orang tua, Mak May berucapa sambil tertawa sinis seolah merasa bangga terhadap apa yang telah terjadi dan dari dulu tidak dia setujui.
Nasi sudah menjadi bubur ibunya harus menerima dan harus terus membuat kehidupan anaknya bahagia beliaupun mendukung setiap segala rencana yang dilakukan kokom dan kosim, mungkin beliau juga iba karena tidak tega melihat mereka menderita. Perjalanan pernikahan mereka terus berlangsung kosim yang begitu sabar dan ulet dalam bekerja walau hanya penghasilan sedikit dia tidak pernah mengeluh dan tetap semangat, entah kenapa sebenarnya kemahiran kosim dalam bidang menjahit begitu bagus sempat dia ingin dijadikan manajer pada sebuah perusahaan tapi dia eggan, dia tidak mau jadi jajahan orang lain walaupun gaji tinggi dan juga punya tingkatan tapi tetap dia tidak menerima tawaran tersebut, karena bagi dia pekerjaan dibawah tangan manusia apalagi suatu tempat dan ruang lingkup yang bersatu seperti karyawan itu hanya akan menjadi budak suruhan atas semua keinginan atasanna, kokom pun merasa kesal terhadap apa yang dipilih suaminya itu “bodoh orang mau diajak maju gak mau” gerutu kokom pada kosim.
Kokom lulusan pesantren dan ilmu agamanya cukup tinggi akhirnya dia memutuskan untuk mengajar di sebuah madrasah didekat rumahnya madrasah yang kecil namun untuk tambahan dan membagi ilmunya merupakan kewajiban bagi dirinya..
Setelah satu tahun menikah mereka dikaruniai seorang anak pertamanya, yang bernama Muhammad Iqbal Mukhlis. Dia lahir dibandung bersama kosim, kokom kakaknya dan dan ibunya pada tanggal 17 Mei 1987, kebahagiaan meliputi mereka walau kehidupan ekonomi tak begitu menjanjikan kokom sebagai istri dengan sabar menerima kosim atas segala upaya yang dilakukannya, musibahpun terjadi kakak kokom yang bernama Ruhiyat yang akan menikah dan menjadi seorang guru disebuah sekolah ternama saat itu, tiba-tiba lumpuh dantidak bisa berjalan, entah apa yang terjadi mereka pun tidak tahu penyebabnya tapi yang jelas hal ini menjadi tanggung jawab mereka juga karena mereka satu rumah dengan kakaknya tersebut segala macam Dr dan pengobatan-pengobatan dia datangi tapi tak ada gunanya semua menyerah tanpa mengetahui penyebabnya, Ruhiyat yang sangat taat pada agama menyerahkan segalanya pada Allah swt. Dia pasrah atas takdirnya bahkan apabila dia mengikuti kegiatan pengajian dia selalu sendiri dengan menggunakan kursi rodanya.
Muhammad Iqbal Mukhlis adalah seorang laki-laki yang sehat dan menjadi harapan awal keluarga, pertumbuhan Muhammad Iqbal Mukhlis yang dipanggil kedua orang tuanya hanya dengan iqbal saja menjadi balita yang lucu berjalan dan akhirnya bersekolah, mereka memasukan Iqbal pada salah satu SD Negeri dibandung yang bernama SDN Jamika III pada tahun 1993, iqbal dikenal sebagai sosok yang agak jaim dan suka becanda, bahkan karena perekonomian orang tuanya semenjak SD dia pun berjualan makanan kecil, keliling-keliling menjual dagangannya, dia menamatkan sekolah dasarnya pada tahun 1999, karena orang tuanya mendidik dengan rajin diapu dapat ranking dari 10 besar sejak kecil. Setelah keluar dari SD Iqbala tidak langsung masuk ke jenjang selanjutnya dia tinggal dirumah, namun karena laki-laki dia menjadi bergaul dengan siapa saja kehidupan perekonomian yang minim jangankan untuk sekolah tinggi-tinggi untuk makan pun ngenes hanya nasi saja kalau enggak ama kerupuk, dia menjadi pengamen jalanan, suka meroko, dan juga pernah ke jakarta dengan modal nekat, karena takut pergaulan Iqbal menjadi tak karuan akhirnya kosim dan kokom mencari sekolah gratis yang juga bisa mendidik akhlaq anaknya agar menjadi anak yang sesuai dengan yang mereka harapkan yaitu anak sholeh, Iqbal awalnya dimasukkan ke salah satu pondok pesantren gratis tapi disana dia bukannya didik dan diberi ilmu dengan seungguh-sungguh, malah dijadikan kuli panggul dan dipekerjakan, Iqbal tidak mengeluh namun karena orang tuanya merasa kasian dan takut anaknya kenapa-napa akhirnya Iqbal diambil dari pondok tersebut. Pada tahun 2000 dia dimasukan ke pondok pesantren Camplong tepatnya di madura yaitu Al-ittihad Al-Islami Camplong, Iqbal yang tak ingin menyia-nyiakan kesempatannya dari perjuangan orang tuanya, yang telah membawanya pada pesantren yang begitu jauh dan biaya yang seadanya, karena perekonomian keluarga biaya sekolah menjadi sering telat dan uang jajan pun pas-pasan, namun demikian tekadnya untuk mengumpulkan buku, kitab selalu dia rencanakan walaupun dia tidak jajan sama sekali, bahkan karena keuletannya Iqbal pun dekat dengan para Ustazd, Iqbal pun mendapatkan prestasi juara 2 tapi hanya dikasih buku bukan beasiswa khusus. 2003 dia lulus dari Al-Ittihad dan tetap meneruskan sekolahnya disana pada instansi yang sama pada 2004. Pada tahun awal dia memasuki SMA dia banyak mengikuti organisasi baik luar maupun dalam pondok pesantren, diantaranya :
v Departemen Dakwah ISMII ( Ikatan Santri Ma’had Al-Ittihad Al-Islami )
( Thn. 2004-2005 )
v Ketua Umum ISMII ( Thn. 2005-2006 )
v LDK JF ( Jama’ah A.R. Fachruddin ) Biro Mushala ( Thn. 2006-2007 )
Awalnya banyak beasiswa yang dia dapatkan dari ketua yayasan tapi setelah Meninggal ketua yayasan itu jadi jarang bahkan tidak ada sama sekali. Iqbal hanya bisa “ngegel curuk” ketika melihat teman-temannya yang lain jajan dan membeli berbagai macam kebutuhan, tapi dia tetap ulet dan terus semangat kuliah sehingga tidak menjadi terjatuh dan terpuruk malah dia menjadi laki-laki yang dewasa yang merangkai cita-cita dan harapan yang dia impikan, terus tersenyum dan tidak minder untuk bergaul dan berprestasi meraih masa depan yang cerah bahkan bisa membalas segala upaya orang tuanya yang telah mati-matian berjuang walau entah merekapun bagaimana kehidupannya disana yang jelas saat itu Iqbal berharap orang tuanya selalu bahagia dan tidak mengalami kekurang serperti yang dia rasakan berharap dan terus berdoa agar kelak dia bisa membawa orang tuanya mempunyai rumah sendiri dan tidak tinggal dalam kesusahan setelah tua kelak, cucuran air mata pu kadang
Ustazd dalam bahasa arab artinya Guru
Ngegel Curuk peribaha orang sunda artinya ketika mempunyai keinginan dan tidak bisa mendapatkannya hanya bisa diam tanpa melakukan apa-pa (pasrah dengan yang dimiliki)
terintih dalam ikatan antara Iqbal dan Tuhan tempat yang jauh dari orang tua, walau ada tetesan darah Jawa yang kuat dan pantang me nyerah tapi namanya juga manusia kadang Iqbal mengeluh kepadanya, dan bersujud mengharap ampunan atas semua keluh kesahnya yang hanya dia dan Tuhan yang tahu, tapi Allah Maha kuasa apa yang aku cita-citakan sediit demi sedikit terwujud Iqbal pun lulus dari pondok pesantren tahun 2006 dan medapat penghargaan santri teladan.
Kelulusan pun didpat setelah dia PKL dan menyelesaikan UAS SMA tingkat akhir dengan penuh perjuangan namun selalu dengan kesabaran sehingga selalu mendapatkan hasil yang masnis dan penuh rasa syukur karena nikmat yang amat sangat dahsyat yang dirasakannya sampai dia mendapatkan bebarapa prestasi selain dari sekolah sebagai juara dalam ranking dan lumayan menjadi momen yang sangat fenomenal dan tak dapat dilupakan oleh dirinya
Dan keluarganya diantara prestasi yang didapatnya, yaitu :
v Juara III Terbaik dalam “Pelatihan 12 jam Cara Cepat Membaca Kitab Gundul” Pada ( Thn. 2006 )
v Peserta Terbaik dalam acara P2KK (Pelatihan Pengembangan Kepribadian dan Kepemimpinan ) Ibn Rusyd-09 ( Thn. 2006 )
Dan mempunyai pengalaman pribadi yang membuat dia juga tidak akan melupakan pesantren yang telah dia tempati selama 6 tahun diantara pengalamannya :
Pernah menjadi Pematari dalam acara debat “Islam Teroris Prokontra” Ma’had Al-Ittihad Al-Islami Camplong –Sampang Madura Sebagai Pembanding Thn. 2004, Menjadi Nara Sumber Pembanding dalam acara bedah buku “Fikih Lintas Agama” Thn.2005 di tempat yang sama, pernah Tour Dakwah selama 2 Minggu di Blitar dalam rangka memenuhi tugas akhir dari Ma’had Al-Ittihad Al-Islami Camplong-Sampang-Madura.
Setelah selesei SMA di pondok karena adanya prestasi dan juga hal-hal positif dari Iqbal saaat masuk pesantren sampai dia keluar akhirnya pihak pesantren pun membantu Iqbal agar bisa meneruskan pendidikannya di Perguruan tinggi Iqbal memilih dan saran dari salah seorang ustazd juga untuk masuk UMM (Universitas Muhamadiyah Malang) dan dia berhasil lulus lewat jalur SNMPTN jurusan FAI / Hukum Perdata Islam tahun 2006.
Di universitas ini dia hanya membayar separuh dari biaya administrasi awal karena dia diajukan juga dari pihak pesantren, karena perekonomian keluarga yang masih belum stabil dia pun memutar otaknya karena dalam perkuliahan kebutuhan makin banyak dan harus diatasi sendiri banyak hal yang tidak bisa dilakukan dengan hanya dian tanpa hasil terutama masalah finansial untuk peralatan kuliah, buku-buku dan juga tugas-tugas lain yang selalu mengeluarkan uang, sehingga dia mencari peluang freelance yang tidak terikat waktu dengan kuliah dan tidak akan menggangu pada perkuliahannya, diantara pengalaman kerjanya semasa kuliah, adalah :
v Anggota kesekretariatan di P2KK (Program pengembangan & Pembentukan kepribadian & kepemimpinan) (Thn. 2008-2010)
v Asisten dosen mata kuliah tafsir hadist Kelas A (Thn. 2009)
v Intrukstur BTQ (Baca Tulis Al-Qur’an) pada Mata kuliah AIK UMM (Thn. 2010)
v Part-Time di TU (Tata Usaha) AIK & MKDU UMM (Thn. 2010)
v Tim Korektor LJU (Lembar Jawaban Ujian) P2KK UMM (Thn. 2010-2011)
v Pernah menjadi tim penghitungan cepat (Quick count) Pilpres (Thn. 2009).
Serta keaktifan dirinya di kampus baik internal dan eksternal membuat teman-teman dan dosen pun dekat dengan dirinya hidupnya yang bersahaja, mudah bergaul dan tidak acuh terhadap orang lain membuat dia disenangi dan punya banyak teman. Kegiatan kampus yang pernah dia geluti :
v KABID SDI Ikatan Remaja Muhammadiyah PDM Malang (Thn. 2007-2009)
v LSO FORSIFA (Forum Studi Islam Fakultas) Kabid Humas ( Thn. 2007-2008 )
v HMJ Syari’ah Sekbid Penalaran ( Thn. 2007-2008 )
v SEFA ( Senat Mahasiswa Fakultas Agama Islam ) Kabid eksternal ( Thn. 2008-2009 )
v Kabid Departemen SOSPOL HIMA PERSIS (Thn. 2009-2011)
v Ketua Umum Pjs. HIMA PERSIS JATIM (Thn.2011-2012)
Prestasi yang didapat :
v Kelompok KKN-Terpadu terbaik ke-2 penempatan kab. Batu Jawa Timur (Thn. 2010)
Iqbal lulus pada tahu 2011 di Universitas Muhamadiyah Malang, kemudian dia bekerja di Pendamping Lokal (PL) di PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Kecamatan Rasau Jaya Kab. Kubu Raya. Provinsi Kalimantan Barat. ( Thn. 2012)
Kini dia beralamatkan di kalimantan barat tepatnya di Jl. Pembangunan RT 016 RW 007 Dusun Banjar Tengah Desa Rasau Jaya II Kecamatan Rasau Jaya Kab. Kubu Raya.
Pekerjaan yang berada dibawah program pemerintah dan dibiayai oleh bank dunia dengan gaji 5juta perbulan, membuat Iqbal menikmati dengan berbagai fasilitas yang dia miliki sekarang, serperti rumah yang disediakan pemerintah, serta telah mempunyai kendaraan roda dua, laptop dan hal-hal lain padahal dia pada mulanya tidak mempunyai apa-apa dan hanya untuk makan sehari-hari saja, kini diapun bisa mulai memberika pada orang tua dan adik-adiknya walau tidak seberapa tapi menjadi kebanggaan orang tuanya karena mempunyai anak yang sholeh dan kini sedang mengikuti jenjang S2 / Pasca Sarjana, Program Magister Ilmu Hukum Universitas Tanjungpura ( Thn. 2012-2014 ).
Kehidupannya yang begitu keras dan antusias dalam apa yang dia geluti tidak menjadikan dirinya mundur malah dia menjadi makin berkembang dengan apa yang dia punyai, dia menjadikan segala yang serba kukurang sebagai peluang dan mencari berbagai kesempatan agar hidup menjadi lebih baik dan terus menjadi yang terbaik, keringat, bahkan disaat sakit dia yang jauh dari sanak saudara tiada yang mempedulikan secara khusus kecuali teman-teman dan para sahabatnya namun dia tidak mengeluh tidak menjerit dan tidak pernah meratapi akan semua kesusahannya dia mencoba untuk bertahan walau hempasan kadang yang begitu luar biasa menyayat tetap tegar tanpa adanya suatu keinginan untuk mudur dan kembali ke kampung halamannya, sososknya yang apa adanya sederhana dan menjadi terus melakukan yang terbaik dan bercermin pada sosok bung karno serta pahlawan-pahlawan yang menjadi teladan bagi dirinya selalu membuat dia bangkit, pembaharu yang tak ingin dikalahkan menjadi kebanggaan keluarga dan adik-adiknya, harapan-harapannya selalu dia torehkan pada catatan dan perjalanan hidupnya bak air yang menguap semangatnya tidak pernah mati selalu berkobar bagai api yang tak pernah padam bahkan di hempas air makin meninggi dengan hobi membaca, mendengarkan musik, dan travelling, dia tak pernah lupa akan pesan orang tua agar tetap mendekatkan diri pada Sang Pemilik dimana kapanpun laksanakan perintahnya karena hanya doa anak sholeh yang dikabul. Dia juga mempunya
motto hidup :
Bekerja Cerdas, Kreatif dan Inovatif
Seraya Berdo’a Kepada Allah SWT.
Kokom dan kosim pun merasa bahagia walaupun kehidupan mereka dari segi ekonomi minim tapi mereka menginginkan anak-anaknya tetap mendapat pendidikan yang tinggi dan terjamin demi menjai orang muslim yang terbaik dihadapan Sang pencipta sebab Ilmu adalah bekal yang sangat penting dan warisan yang tak akan habis-habisnya dengan Ilmu manusia dihormati, disegani dan melakukan segala hal yang salah pun akan berfikir ulang apakah bermanfaat atau tidak, namun karena kerajinan kokom dalam mendidik dan mengurus anak-anaknya, tidak hanya iqbal anak-anak yang lain pun mendapat pendidikan yang terjamin dengan fasilitas tempat yang luar biasa ke-5 anaknya mendapatkan beasiswa dan pendidikan gratis di berbagai sekolah ternama :
Anak ke-2 adalah seorang perempuan Bernama Ilmi Fadhillah dia dari SD mendapatkan juara ke 1 dan berganti-ganti namun tetap menjadi yang terbaik di MI PERSIS 29 dia mendapat beasiswa karena juara kelas, kemudian dia masuk MTS PERSIS sama seperti halnya sewaktu di MI dia juara ke-1 dan mendapat beasiswa sekolah gratis, dan ketika memasuki jenjang selanjutnya dia ikut serta tes di SSC (Sony Sugema College) dari beratus-raus peserta hanya diterima 60 peserta dan segala biaya bila lolos diberikan dari sana Ilmi lolos dan sekolah disana padahal bila mengeluarkan biaya sendiri bisa berjuta-juta dan perbulannya pun Rp. 600.000.000 untuk SPP saja, dan selanjutnya adiknya Muhamad Yasfi Fauzi mendapat ranking 10 besar sekola\h dasar MI yang sama dengan Ilmi dan Pesantren Persis Cianjur,kemudian masuk SMK Budaya Bangsa dalam jurusan komputer dengan biaya gratis dari awal masuk dan kini dia Kuliah di Universitas STIMIK AMIK dengan jalur tes dan mendapatkan beasiswa masuk gratis, adiknya Iqbal yang ke-3 yaitu Muhamad Hasbi As-Shidiq mendapat biaya dari yayasan dengan jalur tes di SMA Muhamadiyah Sumur Bandung serta adiknya yang terakhir Muhamad Luthfi azis sewaktu MI dengan MI yang sama mendapat ranking 1, 2 dan selalu bergiliran sampai mendapatkan beasiswa yang sama seperti Ilmi dan kini di SMP Daarut Tauhid dengan jalur tes bdersaing dengan anak-anak elite yang masuk dengan biaya berjuta-juta sedangkan lutfhfi hanya dari tes dan diberi bekal secukupnya oleh orang tuanya tapi tetap tidak mengeluh sama seperti halnya Iqbal dia hanya menerima dan mensyukuri terhadap apa yang diberikan oleh kedua orang tuanya sikapnya yang lucu dan mudah bergaul serta rajin membantu orang tuanya tidak membuat dirinya terasa asing diantara orang-orang kaya di DT malah dia mendapatkan juara 2 dan mendapatkan juara 1 lomba Bahasa Arab. Kesuksesan awal yang di raih oleh anak-anaknya yang berada pada sekolah-sekolah ternama namun mempunyai prestasi yang luar biasa membuat kokom dan kosim menitiskan air mata 5 pilar keluraga yang kelak akan menjadi orang-orang yang mengangkat derajat orang tuanya sangat mereka syukuri, kokom dan kosim walau tidak bisa memberikan biaya yang selayaknya tapi mereka selalu memberikan perhatian dan kasih sayangnya serta nasehat-nasehatnya kepada ke-5 anaknya agar tetap terus berjuang untuk Ilmu sebab dengan Ilmu manusia dihormati dimana pun, kapan pun dan bersama siapapun, kosim yang hanya penjahit dia mempunya motor yang harganya tak seberapa tapi dia selalu mengantarkan anak-anaknya yang pulang pergi pada masa sekolah dengan mengantar dan menjemputnya baik dalam keadaan lelah sekalipun dia tidak pernah mengabaikan anak-anaknya agar mendapat perhatian walau dengan tenaga yang dia punya.
Pesan dari kokom : Tuntutlah Ilmu dan junjung tinggi Ilmu terutama Ilmu agama yang akan menyelamatkan dunia akhirat
Pesan dari Kosim : Selalu lakukan apa yang bisa kita lakukan karena semua pasti ada balasannya dalam suka selalulah bersyukur dan ingat padanya dan dalam duka bersabarlah karena jalan Allah tidak pernah kita duga kemudahan akan datang dengan sendirinya.
Pesan dari Iqbal : Selalu berfikir positif selama kita mau berusaha dan berpikir positif pasti ada jalannya, biarpun terkadang aneh dan unik cara jalan tersebut.
jurnalisme online
Jurnalistik adalah proses dari mencari, mengumpulkan, mengelola, dan menyebar luaskan kepada khalayak sesuai dengann fakta utuk mengungkap yang sebenarnya. Begitu banyak media sebagai alat untuk menyebarluaskan dari hasil jurnalistik itu ada yang berupa cetak, seperti : koran, majalah,tabloid,buletin. dll sedangkan dengan media elektronik seperti audio visual yaitu televisi, film, video dan juga audio yaitu radio.
Seperti yang sudah kita ketahui dunia internet telah merebak kepada kehidupan kita diera Globalisasi ini dengan berbagai bentuk yang ditawarkan khususnya bagi jejaring sosial yang sering digunakan dari mulai kalangan bawah sampai atas, media online adalah media digital melalui jaringan internet yang berupaya menyebarluaskan berbagai informasi dengan berbagai macam, baik berupa pendidikan, hiburan, berita. Bagi seorang jurnalistik media online dangat memberi kemudahan agar berita yang telah kita cari, kumpulkan dan olah bisa disebarluaskan dengan sangat cepat dan dibaca oleh semua orang tidak hanya di negara kita bahkan diseluruh dunia.
Menurut saya faktor-faktor penghambat dalam media online yang mempengaruhi proses jurnalistik adalah :
1. Aplikasi
Aplikasi sangat berperan penting bagi proses internet kadang semua orang mengetahui adanya wifi gratis yang bisa digunakan ditempat tertentu dan dengan leluasa tapi dirinya tidak dapat diakses karena tidak mengetahui sistem aplikasi atau softwar yang tidak terdeteksi menjadi penghambat bukan hanya bagi pembaca terutama bagi seorang jurnalistik yang selalu bergelut menyebarluaskan informasi, menjadi penghambat yang dahsyat terutama bagi orang yang tidak faham terhadap penggunaan softwar.
2. Loading
Loading yang lama akan menghambat bagi seseorang yang ingin segara mengetahui informasi dengan cepat yang telah dipublish oleh jurnalis, dan bila dalam blog informasi yang diakses terasa lama (loading) yang lumayan menyita waktu, pembaca akan menetup kembali layanan yang sedang dia akses dan bagi penulis akan menjadi citra yang buruk terhadap tulisannya.
3. Link
Seorang jurnalis harus banyak membuat link agar informasi yang dibutuhkan oleh seseorang bisa langsung didapat tanpa susah dengan mengetik kembali pada google searching.
4. Kurangi gambar
Berikan gambar yang seperlunya bagi tulisan anda sebab gambar yang banyak selain membuat loading lama, bahkan akan menjadikan berita yang ditulis menjadi semerawut dan tidak fokus, sehingga informasi yang disampaikan menjadi tidak efektif dan bahkan membuat kesimpang siuran terhadap apa yang kita maksudkan.
5. Tulisan Yang Apa Adanya
Tulisan buat berita atau seorang jurnalis jangan terlalu banyak dihiasi dengan animasi-animasi atau tulisan yang tidak menggambarkan keseriusan sebab yang namanya berita adalah hal fakta dan tersimpan didalamnya sebagai bahan perenungan serta yang harus dijadikan hal-hal serius dalam kehidupan sehari-hari, dimana kejadian itu adalah hal yang kadang harus mendapat tindak lanjut, sanksi dan dipandang salah dan benar maka tulislah apa adanya jangan seperti tulisan untuk komik anak-anak dan tulisan untuk puisi “ingat! Kesungguhan berita dilihat dari TULISAN”
Seperti yang sudah kita ketahui dunia internet telah merebak kepada kehidupan kita diera Globalisasi ini dengan berbagai bentuk yang ditawarkan khususnya bagi jejaring sosial yang sering digunakan dari mulai kalangan bawah sampai atas, media online adalah media digital melalui jaringan internet yang berupaya menyebarluaskan berbagai informasi dengan berbagai macam, baik berupa pendidikan, hiburan, berita. Bagi seorang jurnalistik media online dangat memberi kemudahan agar berita yang telah kita cari, kumpulkan dan olah bisa disebarluaskan dengan sangat cepat dan dibaca oleh semua orang tidak hanya di negara kita bahkan diseluruh dunia.
Menurut saya faktor-faktor penghambat dalam media online yang mempengaruhi proses jurnalistik adalah :
1. Aplikasi
Aplikasi sangat berperan penting bagi proses internet kadang semua orang mengetahui adanya wifi gratis yang bisa digunakan ditempat tertentu dan dengan leluasa tapi dirinya tidak dapat diakses karena tidak mengetahui sistem aplikasi atau softwar yang tidak terdeteksi menjadi penghambat bukan hanya bagi pembaca terutama bagi seorang jurnalistik yang selalu bergelut menyebarluaskan informasi, menjadi penghambat yang dahsyat terutama bagi orang yang tidak faham terhadap penggunaan softwar.
2. Loading
Loading yang lama akan menghambat bagi seseorang yang ingin segara mengetahui informasi dengan cepat yang telah dipublish oleh jurnalis, dan bila dalam blog informasi yang diakses terasa lama (loading) yang lumayan menyita waktu, pembaca akan menetup kembali layanan yang sedang dia akses dan bagi penulis akan menjadi citra yang buruk terhadap tulisannya.
3. Link
Seorang jurnalis harus banyak membuat link agar informasi yang dibutuhkan oleh seseorang bisa langsung didapat tanpa susah dengan mengetik kembali pada google searching.
4. Kurangi gambar
Berikan gambar yang seperlunya bagi tulisan anda sebab gambar yang banyak selain membuat loading lama, bahkan akan menjadikan berita yang ditulis menjadi semerawut dan tidak fokus, sehingga informasi yang disampaikan menjadi tidak efektif dan bahkan membuat kesimpang siuran terhadap apa yang kita maksudkan.
5. Tulisan Yang Apa Adanya
Tulisan buat berita atau seorang jurnalis jangan terlalu banyak dihiasi dengan animasi-animasi atau tulisan yang tidak menggambarkan keseriusan sebab yang namanya berita adalah hal fakta dan tersimpan didalamnya sebagai bahan perenungan serta yang harus dijadikan hal-hal serius dalam kehidupan sehari-hari, dimana kejadian itu adalah hal yang kadang harus mendapat tindak lanjut, sanksi dan dipandang salah dan benar maka tulislah apa adanya jangan seperti tulisan untuk komik anak-anak dan tulisan untuk puisi “ingat! Kesungguhan berita dilihat dari TULISAN”

