Bandung – JBNEWS. OPAK (Orientasi Pengenalan Akademik) yang telah berlangsung dikalangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, hal yang menarik dari Profesor Asep Saepul Muhtadi selaku Guru Besar, dia memaparkan ada 3 kiat untuk menempuh sukses bagi mahasiswa, yaitu : tekuni bidang dalam Jurusan yang anda ambil, akrabi teknologi, dan kuasai bahasa asing, dikuatkan olehProf. Drs. Onong Uchjana Effendy, selaku pakar komunikasi mengatakan jika mahasiswa ingin sukses akrabi komputer dan kuasai bahasa asing terutama bahasa Inggris
Home » Archives for Mei 2013
Prof. Asep Shaeful Muhtadi: 3 Cara Meraih Sukses
Bandung-JBNEWS.
Profesor Asep Saepul Muhtadi selaku Guru Besar Universtas Islam Negeri
Sunan Gunung Djati mengemukakan 3 cara menempuh sukses untuk mahasiswa
baru dalam rangka Orientasi Pengenalan Akademik (OPAK). Yang pertama
tekuni bidang yang akan di ambil, kedua akrabi teknologi, dan yang
ketiga kuasai bahasa asing. - See more at:
http://mohammadarifin058.blogspot.com/2013/05/prof-asep-saepul-muhtadi-3-cara.html#sthash.RWIAgmNa.dpuf
Bandung-JBNEWS.
Profesor Asep Saepul Muhtadi selaku Guru Besar Universtas Islam Negeri
Sunan Gunung Djati mengemukakan 3 cara menempuh sukses untuk mahasiswa
baru dalam rangka Orientasi Pengenalan Akademik (OPAK). Yang pertama
tekuni bidang yang akan di ambil, kedua akrabi teknologi, dan yang
ketiga kuasai bahasa asing. - See more at:
http://mohammadarifin058.blogspot.com/2013/05/prof-asep-saepul-muhtadi-3-cara.html#sthash.Ni6gyBlO.dpuf
Bandung-JBNEWS.
Profesor Asep Saepul Muhtadi selaku Guru Besar Universtas Islam Negeri
Sunan Gunung Djati mengemukakan 3 cara menempuh sukses untuk mahasiswa
baru dalam rangka Orientasi Pengenalan Akademik (OPAK). Yang pertama
tekuni bidang yang akan di ambil, kedua akrabi teknologi, dan yang
ketiga kuasai bahasa asing. - See more at:
http://mohammadarifin058.blogspot.com/2013/05/prof-asep-saepul-muhtadi-3-cara.html#sthash.Ni6gyBlO.dpuf
Bandung-JBNEWS.
Profesor Asep Saepul Muhtadi selaku Guru Besar Universtas Islam Negeri
Sunan Gunung Djati mengemukakan 3 cara menempuh sukses untuk mahasiswa
baru dalam rangka Orientasi Pengenalan Akademik (OPAK). Yang pertama
tekuni bidang yang akan di ambil, kedua akrabi teknologi, dan yang
ketiga kuasai bahasa asing. - See more at:
http://mohammadarifin058.blogspot.com/2013/05/prof-asep-saepul-muhtadi-3-cara.html#sthash.Ni6gyBlO.dpuf
Bandung-JBNEWS.
Profesor Asep Saepul Muhtadi selaku Guru Besar Universtas Islam Negeri
Sunan Gunung Djati mengemukakan 3 cara menempuh sukses untuk mahasiswa
baru dalam rangka Orientasi Pengenalan Akademik (OPAK). Yang pertama
tekuni bidang yang akan di ambil, kedua akrabi teknologi, dan yang
ketiga kuasai bahasa asing. - See more at:
http://mohammadarifin058.blogspot.com/2013/05/prof-asep-saepul-muhtadi-3-cara.html#sthash.Ni6gyBlO.dpuf
Tujuh Pedoman Dalam Jurnalistik Baru .
Untuk mendalami Jurnalistik baru, seorang jurnalis harus menguasai tujuh pedoman jurnalistik baru.
Pertama, tidak memiliki masalah dengan hal yang berkaitan dalam jurnalistik, selalu siap dan tidak menyalahi terhadap hal yang berlawanan dalam pemublikasian.
Kedua, Memiliki kualitas tinggi terhadap jurnalis, tidak hanya minat tapi harus serius dalam mengikuti bidang jurnalis ini..
Ketiga, bisa dilakukan oleh siapa saja yang bisa menulis berita dan tidak membuat-buat terhadap berita tersebut (fakta)..
Keempat, Dalam Jurnalistik baru ini. menciptakan jurnalis yang berkompeten dan mempunyai kualitas yang baik dan kreatif..
Kelima,jika kamu benar-benar ingin menjadi jurnalis. Buatlah blog,terus isi dengan baik dan bila blog kamu menunjukkan kemajuan terus lanjutkan..
Keenam, berinteraksi dengan dunia maya sebagai proses pembiasaan melalui komentar.
Terakhir, jangan berhenti membaca sebab itu adalah mata dunia terutama dalam menulis
Semoga bermanfaat!
Pertama, tidak memiliki masalah dengan hal yang berkaitan dalam jurnalistik, selalu siap dan tidak menyalahi terhadap hal yang berlawanan dalam pemublikasian.
Kedua, Memiliki kualitas tinggi terhadap jurnalis, tidak hanya minat tapi harus serius dalam mengikuti bidang jurnalis ini..
Ketiga, bisa dilakukan oleh siapa saja yang bisa menulis berita dan tidak membuat-buat terhadap berita tersebut (fakta)..
Keempat, Dalam Jurnalistik baru ini. menciptakan jurnalis yang berkompeten dan mempunyai kualitas yang baik dan kreatif..
Kelima,jika kamu benar-benar ingin menjadi jurnalis. Buatlah blog,terus isi dengan baik dan bila blog kamu menunjukkan kemajuan terus lanjutkan..
Keenam, berinteraksi dengan dunia maya sebagai proses pembiasaan melalui komentar.
Terakhir, jangan berhenti membaca sebab itu adalah mata dunia terutama dalam menulis
Semoga bermanfaat!
Teras Berita dan Isi
Dalam Teras Berita jangan Mendahulukan waktu atau tempat. Awali dengan Who + What.
Sedangkan dalam isi, berita harus terdiri dari kalimat-kalimat pendek.Dan untuk lebih memverifikasi berita, lakukanlah membaca, tuliskan, ulas, editing, dan publish.
Lead bisa disebut teras berita. Fungsinya sebagai ruang khusus sebelum memasuki ruang utama (inti). Di dalam lead sering unsur-unsur (5W+1H) sudah tercakup. Namun, sering juga tidak lengkap. Yang penting, sebuah lead harus sanggup memancing audience untuk mau dan tertarik mengikuti berita selanjutnya sampai selesai.
sembilan teras berita,
pertama, teras ringkasan. Teras ringkasan adalah teras yang mengambil intisari, atau ringkasan, sebuah tulisan.
Kedua, teras paparan. Teras paparan adalah teras yang ditulis dengan gaya bercerita. Namun, bercerita atas dasar fakta dan kebenaran.
Ketiga, teras deksripsi. Teras deskripsi adalah teras yang mendeskripsikan suatu peristiwa. Melukiskan suatu peristiwa, sedemikian rupa, sehingga pembaca dituntun seolah-olah melihat dan mengalami peristiwa itu secara langsung.
Keempat, teras tanya. Teras tanya adalah teras yang dimulai dengan pertanyaan atau dialog langsung dengan pembaca.
Kelima, teras kutipan langsung. Teras ini adalah teras yang mengutip kata-kata narasumber.
Keenam, teras berkomunikasi langsung.Teras ini adalah penulis berkomunikasi langsung dengan pembaca.
Ketujuh, teras bersifat teka-teki. Teras ini adalah teras dimana penuh dengan teka-teki. Pembaca belum menemukan pokok persoalan membaca kalimat pertama.Sesudah beberapa kalimat, baru menjadi jelas.
Kedelapan, teras imajinatif. Teras ini adalah teras yang menggambarkan (image), suatu kejadian secara dramatis.Dapat satu kata, dapat pula dirangkaikan dengan beberapa kata.
Sedangkan dalam isi, berita harus terdiri dari kalimat-kalimat pendek.Dan untuk lebih memverifikasi berita, lakukanlah membaca, tuliskan, ulas, editing, dan publish.
Lead bisa disebut teras berita. Fungsinya sebagai ruang khusus sebelum memasuki ruang utama (inti). Di dalam lead sering unsur-unsur (5W+1H) sudah tercakup. Namun, sering juga tidak lengkap. Yang penting, sebuah lead harus sanggup memancing audience untuk mau dan tertarik mengikuti berita selanjutnya sampai selesai.
sembilan teras berita,
pertama, teras ringkasan. Teras ringkasan adalah teras yang mengambil intisari, atau ringkasan, sebuah tulisan.
Kedua, teras paparan. Teras paparan adalah teras yang ditulis dengan gaya bercerita. Namun, bercerita atas dasar fakta dan kebenaran.
Ketiga, teras deksripsi. Teras deskripsi adalah teras yang mendeskripsikan suatu peristiwa. Melukiskan suatu peristiwa, sedemikian rupa, sehingga pembaca dituntun seolah-olah melihat dan mengalami peristiwa itu secara langsung.
Keempat, teras tanya. Teras tanya adalah teras yang dimulai dengan pertanyaan atau dialog langsung dengan pembaca.
Kelima, teras kutipan langsung. Teras ini adalah teras yang mengutip kata-kata narasumber.
Keenam, teras berkomunikasi langsung.Teras ini adalah penulis berkomunikasi langsung dengan pembaca.
Ketujuh, teras bersifat teka-teki. Teras ini adalah teras dimana penuh dengan teka-teki. Pembaca belum menemukan pokok persoalan membaca kalimat pertama.Sesudah beberapa kalimat, baru menjadi jelas.
Kedelapan, teras imajinatif. Teras ini adalah teras yang menggambarkan (image), suatu kejadian secara dramatis.Dapat satu kata, dapat pula dirangkaikan dengan beberapa kata.
Lima Dasar Menulis Berita
Pertama, Berita adalah laporan peristiwa. Jangan sisipkan opini maupun penilaian didalamnya.
Kedua, harus memiliki unsur 5W+1H didalam berita. Unsur tersebut; What(apa yang terjadi?), Who (Siapa yang terlibat?),Where (Dimana terjadinya?),When (Kapan hal itu terjadi),Why (Mengapa hal itu terjadi?) dan How (Bagaimana kejadiannya?)(Romli,2010:104).Selain itu,ada dua unsur tambahan lainnya, So What+Next.
Ketiga, Gunakan pola baku penyusunan berita. Gunakan piramida terbalik. Piramida terbalik, berarti pesan berita disusun secara deduktif. Kesimpulan dinyatakan terlebih dahulu pada paragraf pertama, baru kemudian disusul dengan penjelasan dan uraian yang lebih rinci pada paragraf-paragraf berikutnya.
Keempat, Lakukan secara berstruktur.(Head-Lead-Body).
Head (Judul Berita), intisari berita. Dibuat dalam satu atau dua kalimat pendek, tapi cukup memberitahukan persoalan pokok peristiwa yang diberitakan.
Lead (Teras Berita), Lead merupakan sari dari berita itu. Selaku sari dari berita, lead merupakan laporan singkat yang bersifat klimaks dari peristiwa yang dilaporkan.
Body (Tubuh atau Kelengkapan Berita), pada bagian ini kita jumpai semua keterangan secara rinci dan dapat melengkapi serta memperjelas fakta atau data yang disuguhkan dalam lead tadi.
Terakhir, Jenis berita yang digunakan. (Even News atau Opinion News).
Even News adalah berita yang berasal dari sebuah kejadian atau peristiwa.
Opinion News adalah berita yang berasal dari pernyataan seseorang (tokoh masyarakat, selebritis, politikus, dan lain-lain) atau lembaga.
Semoga Bermanfaat!
Kedua, harus memiliki unsur 5W+1H didalam berita. Unsur tersebut; What(apa yang terjadi?), Who (Siapa yang terlibat?),Where (Dimana terjadinya?),When (Kapan hal itu terjadi),Why (Mengapa hal itu terjadi?) dan How (Bagaimana kejadiannya?)(Romli,2010:104).Selain itu,ada dua unsur tambahan lainnya, So What+Next.
Ketiga, Gunakan pola baku penyusunan berita. Gunakan piramida terbalik. Piramida terbalik, berarti pesan berita disusun secara deduktif. Kesimpulan dinyatakan terlebih dahulu pada paragraf pertama, baru kemudian disusul dengan penjelasan dan uraian yang lebih rinci pada paragraf-paragraf berikutnya.
Keempat, Lakukan secara berstruktur.(Head-Lead-Body).
Head (Judul Berita), intisari berita. Dibuat dalam satu atau dua kalimat pendek, tapi cukup memberitahukan persoalan pokok peristiwa yang diberitakan.
Lead (Teras Berita), Lead merupakan sari dari berita itu. Selaku sari dari berita, lead merupakan laporan singkat yang bersifat klimaks dari peristiwa yang dilaporkan.
Body (Tubuh atau Kelengkapan Berita), pada bagian ini kita jumpai semua keterangan secara rinci dan dapat melengkapi serta memperjelas fakta atau data yang disuguhkan dalam lead tadi.
Terakhir, Jenis berita yang digunakan. (Even News atau Opinion News).
Even News adalah berita yang berasal dari sebuah kejadian atau peristiwa.
Opinion News adalah berita yang berasal dari pernyataan seseorang (tokoh masyarakat, selebritis, politikus, dan lain-lain) atau lembaga.
Semoga Bermanfaat!
Cara Menulis Judul Berita Yang Baik.
Pertama, Gunakan Subjek dan Predikat. Contoh: Persib Menang atau SBY Galau.
Kedua, Ringkas. Biasakan Judul itu menggunakan kalimat yang ringkas.Karena bagaimanapun Judul berita, harus mencerminkan isi dari berita. contoh judul yang salah (Terduga Terorisme Meninggal Dunia Dengan Luka Tembak di Dada di Bandung). Cukup judul tersebut dengan (Terduga Teroris Tewas di Bandung).
Ketiga,Mencerminkan Isi. Judul yang baik adalah judul yang sesuai dengan isi berita. Jangan sampai judul A tapi isinya B.
Keempat, Hindari Kata Tanya. Misalnya, Siapakah Gerangan Pengganti Fergie? cukup dengan Calon Pengganti Fergie, Disiapkan.
Terakhir, lazimnya gunakan How + to do.
Kedua, Ringkas. Biasakan Judul itu menggunakan kalimat yang ringkas.Karena bagaimanapun Judul berita, harus mencerminkan isi dari berita. contoh judul yang salah (Terduga Terorisme Meninggal Dunia Dengan Luka Tembak di Dada di Bandung). Cukup judul tersebut dengan (Terduga Teroris Tewas di Bandung).
Ketiga,Mencerminkan Isi. Judul yang baik adalah judul yang sesuai dengan isi berita. Jangan sampai judul A tapi isinya B.
Keempat, Hindari Kata Tanya. Misalnya, Siapakah Gerangan Pengganti Fergie? cukup dengan Calon Pengganti Fergie, Disiapkan.
Terakhir, lazimnya gunakan How + to do.
Cara Menulis Judul Berita Yang Baik
Cara Menulis Judul Berita Yang Baik (Tugas Jurnalistik Online 2 Mei 2013).
Judul merupakan "mata kail" yang sanggup menarik masuk seluruh perhatian dan daya cipta audience agar mau mengikuti berita yang ditulis. ada lima cara menulis judul berita yang baik.
Pertama, Gunakan Subjek dan Predikat. Contoh: Persib Menang atau SBY Galau.
Kedua, Ringkas. Biasakan Judul itu menggunakan kalimat yang ringkas.Karena bagaimanapun Judul berita, harus mencerminkan isi dari berita. contoh judul yang salah (Terduga Terorisme Meninggal Dunia Dengan Luka Tembak di Dada di Bandung). Cukup judul tersebut dengan (Terduga Teroris Tewas di Bandung).
Ketiga,Mencerminkan Isi. Judul yang baik adalah judul yang sesuai dengan isi berita. Jangan sampai judul A tapi isinya B.
Keempat, Hindari Kata Tanya. Misalnya, Siapakah Gerangan Pengganti Fergie? cukup dengan Calon Pengganti Fergie, Disiapkan.
Terakhir, lazimnya gunakan How + to do. (penggunakan bentuk kalimat aktif, bukan pasif juga bisa menjadi sangat penting. Sebab, lazimnya judul berita menggunakan kalimat aktif karena daya (power)-nya dahsyat.
Judul merupakan "mata kail" yang sanggup menarik masuk seluruh perhatian dan daya cipta audience agar mau mengikuti berita yang ditulis. ada lima cara menulis judul berita yang baik.
Pertama, Gunakan Subjek dan Predikat. Contoh: Persib Menang atau SBY Galau.
Kedua, Ringkas. Biasakan Judul itu menggunakan kalimat yang ringkas.Karena bagaimanapun Judul berita, harus mencerminkan isi dari berita. contoh judul yang salah (Terduga Terorisme Meninggal Dunia Dengan Luka Tembak di Dada di Bandung). Cukup judul tersebut dengan (Terduga Teroris Tewas di Bandung).
Ketiga,Mencerminkan Isi. Judul yang baik adalah judul yang sesuai dengan isi berita. Jangan sampai judul A tapi isinya B.
Keempat, Hindari Kata Tanya. Misalnya, Siapakah Gerangan Pengganti Fergie? cukup dengan Calon Pengganti Fergie, Disiapkan.
Terakhir, lazimnya gunakan How + to do. (penggunakan bentuk kalimat aktif, bukan pasif juga bisa menjadi sangat penting. Sebab, lazimnya judul berita menggunakan kalimat aktif karena daya (power)-nya dahsyat.

