berita "hari pahlawan"

Miris!! Bangsa Kita Terhadap Hari Pahlawan

“Suasana Hari Pahlawan Di Taman pejuang Lodaya”

Hari pahlawan yang bertepatan dengan 10 November 2012 di Taman Pejuang Lodaya (Bandung) begitu miris, sejumlah siswa-siswa sekolah serta orang-orang yang berpendidikan, tidak merasakan hal yang bermakna pada hari pahlawan yang bertepatan (senin, 10 November 2012), banyaknya kegiatan ditaman tersebut, namun tak ada satupun acara yang memperingati hari tersebut. Mereka menganggap hari pahlawan sebagai hari yang tak bermakna dan perjuangan pahlawan hanya sebagai cerita yang lewat saja.

Sejarah para pahlawan dalam membela tanah air sungguh hanya sebagai sejarah saja yang tak dijadikan momentum yang tak berharga. Banyaknya masyarakat yang tidak “ngeh” pada hari pahlawan saat ditemui di taman pejuang lodaya, padahal mereka dari kalangan pelajar serta kaum cendekiawan (dosen, penyelenggara asuransi pendidikan, serta guru-guru tk yang sedang mengikuti kegiatan manasik haji)

Miris, seharusnya hari pahlawan bukan hanya diperingati sebagai hari bersejarah saja serta hanya upacara bendera tanpa adanya penghayatan begitu yang disampaikan Hasanudin salah satu agen asuransi di Tafakul- Fulnadi (tafakul dana pendidikan), saat ditemui di taman pejuang lodaya sabtu siang (10/11)

Seharusnya dikenalkan kepada anak-anak dari sejak dini, bagaiman perjuang para pahlawan kita dahulu, untuk menghargai jasa-jasa mereka, bukan hanya upacara saja tapi juga kesadaran mereka yang harus berjuang seperti perjuangan mereka dalam membela negaranya, pengaruh media serta peran pemerintahan yang seharusnya menjadi contoh utama menampilkan dan memaparkan kepada kaum muda, bukan hanya dari segi edukasi yang mungkin siswa menjadi monoton tapi dengan kesadaran mereka sebagai pelajar. Ujarnya.

Dulu saya saat sekolah di SMA 11 Bandung kira-kira tahun 1997-1998 ada acara-acara khusus pada saat hari pahlawan, kebetulan saya pun menjadi panitia pada saat itu. Mantan Alumni UNSUD (Universitas Sudirman) Jawa tengah ini begitu merasakan hal yang berbeda antara dahulu dengan sekarang, Kesadaran terhadap negara, bahasa, budaya telah lenyap, namun pemerintah seharusnya menyadari hal itu jangan sampai setelah diambil negara lain baru menyesal. Tandasnya

Saat berada di taman pejuang lodaya banyak siswa-siswa yang mengikuti ektrakulikuler sekolah seperti bisbol dan acar besar manasik haji yang di selenggarakan TK Aisyiah sekota bandung, namun tak ada 1 pun yang mengadakan acara untuk hari pahlawan.

Ibu Erlia Syaudi, ketua pelaksana manasik haji sekota bandung. Juga dosen UNLA (Universitas Langlangbuana), Dosen Pasca Sarjana UPI dan Juga STAIM (Sekolah Tinggi Agama Islam), kami tidak mengadakan manasik haji ini sebagai peringatan hari pahlawan tapi kami lebih melihat ke Lokasi dan strategi yang telah kami rancang agar semua anak-anak tk, guru dan orang tua bisa bersilaturahmi, adapun terhadap hari pahlawan bukan saya melupakan, namun kurangnya partisipan dari bangsa terutama pemerintah sendiri sehingga jarang dianggap secara khusus, harusnya punya mindset terhadap hari pahlawan ini, iya walaupun tidak dengan hal-hal yang bermanfaat dan bisa dijadikan sebagai program rutin yang bisa memperingati terhadap hari ini. Ujarnya saat ditemui dilapangan lodaya (10/11)

Adapun menurut Regar Fairuz salah satu siswa SMA 8 Kelas 10, dia sempat bingung terhadap apa yang terjadi pada hari ini, namun karena diingatkan temannya regar pun ingat kembali, miris, siswa sebagai penerus perjuangan pun tak begitu mengenal hari yang begitu sangat berharga ini. “Guru hanya mengenang pahlawan dengan cerita saja” begitulah ujarnya disela-sela menunggu latihan bisbol. Sejarah pahlawan hanya jadi cerita belaka yang tidak merasuki bagaimana perjuangan mereka saat memasuki masa-masa kesulitan bangsa ini, kami hanya mengikuti upacara saja dan tak ada kegiatan lain. “saya ingin pada hari pahlawan itu siswa memeperingati dengan hal-hal yang bermanfaat seperti lomba, pidato atau hal-hal lain agar kami bisa bersaing dan menjadi anak bangsa yang unggul. Tandasnya sabtu siang (10/11)

(KRM)

Semua Orang Bisa Jadi Jurnalis artikel kiki (Tugas UTS media online)


Pada zaman sekarang jurnalistik bukanlah hal yang tabu dan bahkan ditakuti sebab jurnalis mempunyai kebebasan yang mendukung dalam kebebasan pers, selama tidak menyalahi kode etik pers yang telah tercantum dengan berbagai peraturan-peraturan yang tealah ditetapkan. Sebagaimana kita ketahui dunia jurnalistik adalah suatu proses dimana seorang jurnalis mencari, mengumpulkan, mengolah, mengedit dan mempublikasikan kepada khalayak.

Kegiatan jurnalistik yang sangat penting adalah informasi serta media yang akan menjadi alat dalam proses penyampaiannya. Begitu banyak media yang memberikan kebebasan pers.

Dalam pembagiaanya media terbagi kepada 3, diantaranya :

1.      Media massa, seperti yang kita ketahui media massa ialah suatu alat untuk menyambungkan antara komunikator dengan komunikan, dengan berupa media cetak seperti : koran, majalah, tabloid dll.

2.      Media Elektronik ialah media yang menggunakan alat elektonik yang berupa audio yaitu radio dan audio visual yaitu televisi

3.      Sekarang hadir media online media dengan menggunakan internet yang bisa diakses kapan saja dimana saja oleh siapa saja, terutama dalam akun Blog seseorang bisa menulis apa saja dengan rinci dan jelas sesuai dengan keinginannya dan bisa dibaca oleh siapa saja, dalam blog juga seseorang bisaberpendapat, memberi informasi bahkan  mengkritisi pdad apa yang menurut dirinya tidak sesuai.

Media online dengan akses yang begitu cepat dan mudah bisa membuat semua orang dapat menginspirasikan berbagai hal dari mulai unek-unek, informasi, hiburan, kritik, saran bisa lewat situs jejaring sosial, seperti : fb dan Twitter.

Blog sebagai penampung tulisan sebagaimana yang telah dipaparkan diatas, penampung berbagai tulisan sehingga semua orang bisa jadi jurnalis, yaitu dengan cara menyebarluaskan berbagai informasi, berita melalui tulisannya yang pada era kekinian disebut citizen jurnalism.

Citizen jurnalism telah ada pada perkembangan internet dan terjadi sejak 2004 di USA yang berart “Jurnalisme Warga”

Maka hal tersebut bisa dilakukan oleh semua warga yang memberikan berita kepada publik melalui media online

Hal yang harus diperhatikan untuk citizen jurnalism adalah :

-          Menyebutkan identitas diri

-          Berita yang dipublis harus akurat dan ada bukti

-          Kejadian berupa tempat, tanggal dan yang berhubungan ditulis sesuai fakta

-          Tetap mengetahui kode etik dalam pemublikasian

J.O. Lasica, dalam Online Journalism Review (2003), mengatagorikan, media citizen journalism kedalam 5 tipe :

1. Audience participation (seperti komentar, blog-blog pribadi, foto, atau video footage yang diambil dari handycam pribadi)

2. Situs Web Berita atau informasi independen

3. Situs berita partisipatoris murni

4. Situs media Kolaboratif

5. Bentuk lain dari media ‘tipis’ (mailing list, newsletter e-mail)

Semoga dengan artikel semua bisa jadi jurnalis ini semua orang bisa memberikan berbagai hal yang difikirkannya lewat tulisan sebab dengan berbagai pendapat pada kehidupan kita semakin banyak semoga bisa memberikan kesejahteraan hidup kita yang berdampak pada pembangunan negara.